Fenomena April Rebound kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Secara historis, bulan April identik dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), salah satunya didorong oleh musim pembagian dividen dan rilis laporan finansial emiten. Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut pola ini sebagai perihal nan wajar terjadi dalam siklus pasar. “Kalau secara 25 tahun terakhir itu keahlian April, di bulan April itu bullish. Jadi wajar saja jika ada kejadian mengenai dengan April rebound, itu bisa saya setuju,” ujar Nafan kepada kumparan, dikutip Kamis (23/4). Momentum ini biasanya muncul lantaran penanammodal kembali masuk setelah mendapatkan kepastian keahlian emiten sekaligus memanfaatkan pembagian dividen. Namun, kata Nafan, kondisi April 2026 tak sepenuhnya sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Tekanan global, khususnya bentrok geopolitik di Timur Tengah nan melibatkan Iran, AS, dan Israel, serta lonjakan nilai minyak, membikin sentimen pasar condong tertahan. Pelemahan rupiah nan terdepresiasi hingga Rp 17.304 pada Kamis (23/4) dan arus keluar modal asing juga menambah tekanan terhadap IHSG. Jika memandang info historis Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada bulan April lima tahun terakhir memang menunjukkan kecenderungan menguat meskipun tak selalu konsisten setiap tahun. Setelah berada di level 4.716,40 pada April 2020, IHSG naik menjadi 5.995,62 pada April 2021, lampau melonjak di level 7.228,91 pada April 2022. Pada 2023 indeks turun berada di 6.915,716, meningkat lagi ke 7.234,197 pada April 2024, sebelum turun ke level 6.766,795 pada April 2025.
Daftar Emiten nan Membagikan Dividen April 2026
Sektor Perbankan
Merujuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan nan digelar pada Jumat (17/4) lalu. PT Maybank Indonesia Tbk (BNII) menetapkan dividen Rp 580,07 miliar alias Rp 7,61 per saham, nan bakal dibayarkan pada 13 Mei 2026. Nilai ini naik dibandingkan dividen tahun sebelumnya sebesar Rp 446,38 miliar. Kinerja perusahaan juga menguat, dengan untung bersih 2025 mencapai Rp 1,66 triliun, tumbuh 48,5 persen secara tahunan. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) membagikan dividen Rp 4,07 triliun alias Rp 161,77 per saham alias 60 persen dari untung bersih, meningkat dari Rp 3,9 triliun pada tahun sebelumnya. Ini diputuskan saat RUPST pada 17 April 2026. Pembayaran dijadwalkan pada 13 Mei 2026, dengan untung bersih 2025 sebesar Rp 6,93 triliun. Sebelumnya jika dibandingkan, BNGA membagikan dividen tunai sebesar Rp 3,9 triliun untuk tahun kitab 2024. Nilai dividen itu setara Rp 155,37 per saham. Lalu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah menyalurkan dividen final Rp 281 per saham pada 8 April 2026, setelah sebelumnya membagikan dividen interim Rp 55 per saham. Total dividen mencapai Rp 41,3 triliun dengan Dividend Payout Ratio (DPR) 72 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 67,4 persen. Laba bersih BCA tercatat Rp 57,5 triliun, naik 4,9 persen yoy. Jika dibandingkan pada tahun kitab 2024, BBCA membagikan dividen tunai sebesar Rp 300 per saham alias seluruhnya berjumlah Rp 36,98 triliun.
Sektor Otomotif
Di sektor otomotif, pembagian dividen juga meningkat seiring pertumbuhan kinerja. Pada RUPST 17 April 2026 lalu, PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) menetapkan dividen Rp 1,1 triliun alias Rp 229 per saham. Dividen final Rp 170 per saham bakal dibayarkan pada 15 Mei 2026. Nilai ini meningkat dari Rp 133 per saham pada tahun sebelumnya. Laba bersih 2025 tercatat Rp 2,2 triliun, naik 8,43 persen. Pada tanggal RUPST nan sama dengan AUTO, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menyetujui pembagian dividen Rp 329,4 miliar alias Rp 70 per saham, melonjak dari Rp 43 per saham pada tahun kitab 2024.
Sektor Energi dan Pertambangan
Sesuai hasil RUPST tertanggal 17 April 2026, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menetapkan dividen USD 115 juta alias 60 persen dari untung bersih, turun dibandingkan USD 243 juta pada tahun sebelumnya. Selanjutnya, RUPST tanggal 17 April 2026, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan dividen USD 197,5 juta alias sekitar Rp 3,39 triliun, dengan pembayaran pada 8 Mei 2026. Nilai ini lebih rendah dari Rp 4,88 triliun pada tahun kitab sebelumnya. Selanjutnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mengumumkan rencana pembagian dividen tunai senilai USD 197,5 juta untuk tahun kitab 2025. Keputusan telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan nan digelar pada 17 April 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan pada 8 Mei 2026. Sementara itu, tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 27 April 2026, dengan ex dividen pada 28 April 2026. Daftar pemegang saham nan berkuasa atas dividen (recording date) jatuh pada 29 April 2026. Berdasarkan laporan finansial per 31 Desember 2025, ADRO membukukan untung bersih nan diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 447,69 juta. Perseroan juga mencatat saldo untung ditahan nan tak dibatasi penggunaannya sebesar USD 3,22 miliar, serta total ekuitas mencapai USD 5,00 miliar. Sebelumnya jika dibandingkan, ADRO membagikan dividen tunai sebesar Rp 4,88 triliun alias Rp 166,69 per saham.
Sektor Barang Konsumen
Melalui RUPST tanggal 15 April 2025, PT MDS Retailing Tbk (LPPF) menetapkan dividen Rp 564 miliar alias Rp 250 per saham (78 persen dari untung bersih), turun dari Rp 300 per saham pada tahun kitab 2024. Kemudian, berasas RUPST tanggal 16 April 2026, PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) membagikan total dividen Rp 701,05 miliar dari untung bersih Rp 1,10 triliun. Jika dibandingkan pada tahun kitab 2024, TLDN membagikan dividen tunai sebesar Rp 401,34 miliar, alias setara Rp 31 per saham. Keputusan ini diambil berasas perolehan untung bersih perseroan sebesar Rp 825,5 miliar sepanjang tahun 2024.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·