TransJakarta (TransJ) tengah mengkaji kenaikan tarif. Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, mengusulkan tarif baru dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000.
"UMP DKI kan sekarang Rp 5,7 (juta), jika sekarang (UMP) Rp 5,7 juta jika tetap pemisah kelaziman itu (tarif TransJ) Rp 5 ribu," ujar Nova kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).
Ia menilai memilih bus TransJakarta sebagai moda transportasi sangat menguntungkan. Pertama, jarak tempuh penumpang tak mempengaruhi besaran tarif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, penumpang nan naik TransJakarta pada pagi hari, bakal mendapatkan tarif lebih murah. Terlebih saat ini rute TransJakarta sudah meluas.
"TransJakarta sekarang juga ada sampai ke Bogor, PIK, Sawangan, Bekasi (dengan tarif) Rp 3.500. Batas kelaziman dikatakan Rp 5.000 boleh saja diberlakukan, tapi kudu ada kajian ya," sambungnya.
TransJakarta, baginya, tetap bakal menjadi pilihan warga. Dia menilai kenaikan tarif TransJ sebesar Rp 1.500 tetap wajar.
"(Tarif) Rp 5 ribu saya rasa wajarlah, jika dilihat nilai transportasi lain, paling murah TransJakarta," ucapnya.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, mengungkap pihaknya tengah mengkaji kenaikan tarif Transjakarta. Dia menyebut tarif Transjakarta sudah 21 tahun tidak mengalami kenaikan.
Hal itu diungkap Welfizon saat rapat berbareng dengan Komisi B DPRD Jakarta di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Kamis (23/4). Menurutnya, tarif Transjakarta Rp 3.500 sejak tahun 2005.
"Terkait dengan kenaikan tarif. Tentu ini menjadi domain pelaksana ataupun legislatif, tapi kami sudah melakukan kajian mengenai dengan kenaikan tarif nan saat ini tetap di Rp 3.500 dari tahun 2005 Pak, jadi kira-kira 21 tahun," kata Welfizon.
(isa/jbr)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·