Djarum Bangun Peternakan Sapi Perah di Brebes, Produksi 180.000 Ton Susu/Tahun

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Ilustrasi sapi perah grass-feed penghasil susu kaya nutrisi untuk orang dewasa. Foto: Dok.Anlene

Perusahaan milik Djarum Group, PT Global Dairi Bersama, bakal mengembangkan peternakan sapi perah terintegrasi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda mengatakan investasi ini diharapkan mendorong produksi susu nasional sekaligus membuka kesempatan ekonomi baru di daerah.

“Dengan adanya investasi pengembangan sapi perah oleh PT. Global Dairi Bersama diharapkan membawa akibat positif antara lain mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas SDM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara sosial di wilayah Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah,” kata Agung dalam keterangannya, Jumat (17/4).

PT Global Dairi merupakan bagian dari Fast-Moving Consumer Goods (FCMG) Djarum Group, ialah Savoria Group.

Pemerintah melalui Kementan tengah mempercepat investasi peternakan sapi perah sebagai bagian dari strategi meningkatkan produksi susu dalam negeri. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menuju swasembada pangan, khususnya komoditas susu.

Salah satu proyek nan disiapkan adalah pengembangan oleh PT Global Dairi Bersama di Brebes dengan rencana populasi hingga 30.000 ekor sapi perah dan kapabilitas produksi mencapai 180.000 ton susu per tahun.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda di Kompleks Parlemen RI, Jumat (6/9). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan pemerintah Jawa Tengah siap memberikan support penuh terhadap realisasi investasi tersebut. Ia meminta seluruh jejeran di wilayah bergerak sigap agar proyek segera berjalan.

“Sebagai Gubernur, saya menyatakan komitmen penuh untuk mendukung investasi ini. Kepada Bupati Brebes dan jajaran, saya minta untuk memberikan support maksimal agar Brebes menjadi kabupaten nan semakin berkekuatan saing. Kita kudu bergerak cepat, jangan terlalu lama dalam proses,” kata Luthfi.

Dia juga mendorong agar proses penerapan dapat segera dimulai, dengan sasaran produksi paling lambat 2027. Bahkan, dia membuka kesempatan groundbreaking dilakukan dalam waktu dekat ialah Mei tahun ini.

Sementara itu, CEO Savoria Group, Ihsan Mulia Putri, menjelaskan proyek ini dirancang sebagai area peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan support lahan sekitar 710 hektare.

“Pengembangan ini kami rancang sebagai peternakan sapi perah terintegrasi berskala besar dengan support lahan sekitar 710 hektare dan kapabilitas produksi hingga 180 ribu ton per tahun. Investasi ini juga diharapkan bisa meningkatkan produksi susu di Jawa Tengah hingga dua kali lipat serta memperkuat kemitraan dengan peternak dalam ekosistem industri susu nasional,” ujarnya.

Selain produksi, proyek ini juga mengusung konsep keberlanjutan, termasuk pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik serta penguatan ekonomi sirkular di wilayah pedesaan.

Pengembangan mega farm ini diproyeksikan memberikan akibat luas, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemberdayaan sektor hulu dan hilir. Pengembangan hijauan pakan ternak hingga sekitar 2.000 hektare per tahun diperkirakan dapat melibatkan sekitar 5.000 petani.

Selain itu, program penggemukan pejantan sapi perah sekitar 7.000 ekor per tahun juga berpotensi membuka kemitraan bagi sekitar 8.000 peternak di Brebes dan wilayah sekitarnya.

Percepatan investasi ini merupakan bagian dari program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN) nan melibatkan sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan