Tempat penitipan anak alias daycare Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta, disegel garis polisi setelah diduga terjadi praktik kekerasan dan penelantaran terhadap anak nan dititipkan.
Salah satu tetangga sekitar daycare nan enggan disebut namanya mengatakan, penyegelan dilakukan setelah penyergapan oleh Polresta Yogyakarta pada Jumat (24/4).
Menurutnya, penyergapan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, dia mengira kehadiran orang-orang tersebut hanya orang tua nan hendak menjemput anak, lantaran petugas tidak mengenakan seragam.
“Malam itu makin ramai, orang tua pada dateng marah-marah. Sampai sebelum Isya itu 18 orang (pegawai daycare) dibawa ke Polresta semua,” ujarnya saat ditemui Pandangan Jogja, Sabtu (25/4).
Ia menyebut daycare tersebut selama ini beraksi secara tertutup dari lingkungan sekitar. Saat penggerebekan, dia juga mengaku sempat diperlihatkan foto kondisi anak-anak nan dititipkan di tempat tersebut.
“Saya dilihatin fotonya. Ada nan diikat, bajunya dibuka hanya pakai pampers doang, ditidurin di lantai. Banyak nan tidur di lantai itu,” ujarnya.
Pandangan Jogja mendapatkan akses terhadap foto anak-anak nan diduga ditelantarkan daycare tersebut. Dalam foto tersebut, terlihat ada 10 bayi nan semuanya hanya mengenakan pampers. Bayi-bayi tersebut tergeletak di lantai nan dilapisi karpet, beberapa di antaranya diikat kakinya menggunakan kain.
Hingga saat ini, Polresta Yogyakarta belum memberikan keterangan resmi mengenai kasus tersebut.
“Secepatnya (kami informasikan), lagi dibuat lebih perincian dari Bu Kanit PPA. Mohon waktu nggih,” ujar PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, Sabtu (25/4).
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·