KDM Akan Buat Sekolah Maung, Berisi Anak-anak yang Berprestasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai Temu Industri dalam Kerangka Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan di Gedung Pakuan, Kota Bandung pada Kamis (23/4/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tengah menggagas konsep sekolah unggulan nan diberi nama Sekolah Maung. Sekolah ini nantinya berisi siswa-siswa berprestasi, baik secara akademik maupun non-akademik.

“Sekolah Maung kelak tahun pelajaran ini dimulai, tahun pelajaran sekarang. Sekarang sudah diidentifikasi dan kelak diberlakukan, ialah sekolah nan menampung anak-anak berprestasi. Dua perihal ya, prestasi akademik dan prestasi non-akademik,” kata KDM—sapaan berkawan Dedi Mulyadi—usai menghadiri Temu Industri di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/4).

Ia menegaskan, konsep Sekolah Maung tidak hanya berfokus pada nilai akademik, tetapi juga mengakomodasi potensi siswa di bagian lain seperti olahraga, seni, dan industri kreatif.

“Jadi di Sekolah Maung itu kelak bukan hanya nan akademiknya baik, tetapi nan berprestasi di bagian olahraga, di bagian seni, industri kreatif, tetap sekolah di situ,” katanya.

Menurutnya, pendekatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan sistem pendidikan nan lebih inklusif sekaligus relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

“Nanti kelasnya jadi kelas industri imajinatif fokusnya, kelas olahraga, kelas seni,” tambahnya.

Di sisi lain, program ini juga terintegrasi dengan kebijakan pemberian danasiwa bagi siswa dari family ekonomi menengah ke bawah agar dapat mengakses sekolah unggulan.

“Sekolah-sekolah di Jawa Barat, terutama sekolah nan sudah punya kualifikasi sebagai penghasil siswa terbaik untuk kebutuhan industri saat ini, mendapat titipan siswa-siswa dari beragam wilayah di seluruh provinsi Jawa Barat,” ungkap Dedi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berbincang dengan sejumlah siswa saat meninjau program pendidikan karakter dan kedisiplinan di Dodik Bela Negara Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (5/5/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Ia menyebutkan, pemerintah telah mulai menempatkan siswa penerima danasiwa di sekolah-sekolah dengan biaya tinggi nan selama ini susah dijangkau oleh masyarakat kurang mampu.

“Misalnya, barusan ada 100 nan sekolahnya sebenarnya mahal, tetapi kita memberikan danasiwa bagi anak-anak Jawa Barat nan orang tuanya mempunyai ekonomi menengah ke bawah untuk sekolah di situ,” jelasnya.

Bahkan, jumlah penerima program tersebut ditargetkan meningkat signifikan dalam waktu dekat.

“Tadinya 100, saya minta 400, ditambah lagi satu sekolah, ada 800. Mudah-mudahan apakah bisa 800 alias tidak, kelak saya cek,” ujarnya.

Dedi menekankan, tujuan utama dari kebijakan ini adalah melahirkan kelas menengah baru nan bisa menjadi penggerak ekonomi di Jawa Barat.

“Tetapi semangatnya adalah bahwa kudu lahir kelas menengah baru dari Jawa Barat, nan lahir dari sekolah-sekolah industri unggulan nan selama ini jarang sekali masyarakat ekonomi menengah ke bawah bisa sekolah di situ,” tegasnya.

Upgrade Sekolah Lama

Program Sekolah Maung tidak dibangun dari nol, melainkan melalui penguatan sekolah-sekolah unggulan nan sudah ada di beragam daerah.

“Nggak dibangun, kita meng-update sekolah-sekolah nan dulu menjadi unggulan. Misalnya, di Bandung SMA Negeri 3, misalkan di Subang SMA Negeri 1,” kata Dedi.

Sekolah-sekolah tersebut nantinya bakal ditingkatkan dari sisi fasilitas, teknologi pembelajaran, hingga kualitas tenaga pendidik.

“Nah, sekolah favorit itu nan bakal menjadi sekolah-sekolah nan diisi oleh anak-anak nan punya prestasi. Semuanya punya prestasi, dan kemudian kelak dipastikan ada penambahan ruang kelas, penambahan teknologi pengajaran, serta seleksi pembimbing nan memadai,” jelasnya.

Lebih jauh, dia menilai pendekatan ini juga dapat mengurangi kecemburuan sosial di bumi pendidikan lantaran keberhasilan siswa tidak lagi hanya diukur dari aspek akademik semata.

“Tapi sekarang kelebihan anak itu di bagian olahraga, di bagian seni, industri kreatif, teknologi, itu tidak bakal melahirkan kecemburuan. Akan jadilah nan terbaik,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan