Deretan Sosok Penting di Balik Perjuangan R. A. Kartini

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi R.A. Kartini. Foto: Shutterstock

Raden Ajeng Kartini dikenal sebagai Pahlawan Nasional nan memperjuangkan emansipasi wanita pada abad 19. Ia mempunyai misi agar wanita dapat mengenyam pendidikan, tidak hanya di dapur.

Oleh lantaran itu, dirinya berupaya keras untuk mewujudkan kesetaraan kelamin pada saat itu. Untuk menggapai mimpi itu, Kartini turut dibantu oleh sejumlah sosok penting. Sosok-sosok tersebut membantunya dalam corak dukungan, pemikiran, dan akomodasi pendidikan.

Siapa saja mereka dan seperti apa kontribusinya? Mari simak dalam tulisan berikut ini, Ladies.

1. R.A. Kardinah dan R.A. Roekmini

Dua adik kandung Kartini: Raden Ajeng Kardinah dan Raden Ajeng Roekmini, menjadi support system utama dalam perjuangan Kartini. Keduanya kompak dan setuju dengan misi sang kakak untuk membantu wanita lain mendapat akses pendidikan untuk mempunyai pengetahuan pengetahuan.

Tak berakhir di situ, kedua adiknya juga meneruskan perjuangan Kartini dengan mendirikan sekolah. Kardinah membangun “Sekolah Kepandaian Putri Wisma Pranowo”, sementara itu Roekmini mendirikan sekolah vokasional alias kejuruan.

2. Raden Adipati Djojo Adiningrat

Ilustrasi RA Kartini. Foto: Hanifah Hafasya/Shutterstock

Sosok pendukung selanjutnya datang dari suaminya, Raden Adipati Djojo Adiningrat. Meski menikah lantaran perjodohan, tapi suaminya merupakan sosok pendukung nan hangat. Ia tidak membatasi mimpi Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

Bukan hanya mendukung, Raden Adipati juga mebangun sekolah wanita di Rembang untuk Kartini. Hal ini ditunjukkan agar istrinya dapat memperluas jangkauannya dalam menyebar pengetahuan pengetahuan.

3. R.M.P. Sosrokartono

Kakak Kartini, R.M.P. Sosrokartono, turut menjadi pencetus pemikiran emansipasi Kartini. Dirinya menjadi pembimbing dan pendorong Kartini untuk menulis surat soal kesetaraan dan pendidikan ke Belanda.

R.M.P. Sosrokartono membantu memperluas pengetahuan Kartini dengan memberikan sejumlah referensi kepada adiknya, mulai dari buku, surat berita berkata Melayu dan Belanda. Ia juga menjadi penjaga semangat Kartini dalam memperjuangkan kewenangan perempuan.

4. Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat

Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat. Foto: WikiTree

Sosok ayah Kartini turut berkedudukan dalam perjuangan Kartini. Hal ini dilihat support sekolah di Europeesche Lagere School (ELS) hingga usia 12 tahun. Berkat pendidikan nan diberikan, Kartini mempunyai bekal pemikiran nan maju.

Bekal tersebut dia gunakan untuk membantu wanita lain nan tidak mempunyai privilese untuk mengenyam pendidikan. Ini juga nan memicu semangatnya untuk mencerdaskan perempuan. Ayahnya pun mendukung angan sang anak dan setiap gagasannya.

5. Jacques Henrij Abendanon dan Rosa Manuela Abendanon

Selain dari keluarga, Kartini juga punya support dari sahabat pena. Pasangan suami istri ini cukup dekat dengan dirinya serta punya kontribusi nan cukup besar. Nyonya Abendanon membimbing Kartini dan kedua adiknya untuk mempelajari pendapat etis.

Selain itu, J. H. Abendanon, berkedudukan dalam menerbitkan surat Kartini nan ditujukkan untuk sahabat penanya di Eropa setelah dia meninggal di usia 25 tahun. Kumpulan surat itu dikumpulkan menjadi sebuah kitab berjudul ‘Door Duisternis tot Licht’ (1911) nan kemudian diterjemahkan sebagai kitab berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan