Daycare di Yogyakarta Digerebek Polisi Buntut Dugaan Aniaya Anak

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY digerebek polisi mengenai kasus dugaan penganiayaan anak pada Jumat (24/4) sore.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian membenarkan penyergapan tersebut.

"Benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi (Jumat) sore baru saja melakukan penyergapan sebuah tempat penitipan anak di wilayah Umbulharjo," ujar Adrian saat dihubungi wartawan, Sabtu (25/4) dikutip dari detikJogja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adrian menyebut pihaknya menduga ada pengelola daycare nan melakukan tindakan penganiayaan terhadap anak-anak nan dititipkan. Saat ini, kasus tersebut tetap dalam tahap penyelidikan.

"Yang diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif alias menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran alias kekerasan terhadap anak," ujarnya.

Orang tua anak nan juga saksi mata, Noorman mengatakan penyergapan tersebut bermulai dari info nan diterima para orang tua pada siang hari.

"Kalau penggerebekannya jam pastinya saya tidak tahu ya, nan jelas sekitar jam 2 siang ke atas. Istri saya dihubungi rekannya nan sama-sama penitipan anak di sana, menginfokan bahwa ada penggerebekan," ujar Noorman.

Setelah mendapat berita tersebut, istri Noorman langsung menjemput anak mereka di Daycare Little Aresha. Ia kemudian menyusul pada sore hari dan mendapati situasi sudah ramai oleh orang tua dan polisi.

"Kemudian istri saya jemput anak, rupanya betul ada penggerebekan. Saya menyusul sorenya, sudah banyak orang-orang nan juga menjemput anak-anak," katanya.

Ia mengaku sempat diperlihatkan video oleh pihak kepolisian saat proses penyergapan berlangsung. Dari video tersebut, terlihat kondisi anak-anak nan dinilai tidak manusiawi.

"Itu saya dilihatin videonya dari pihak kepolisian, pas posisi penggerebekan. Ternyata anak-anak itu diperlakukan tidak manusiawi selama dititipkan di sana," ujarnya.

Noorman menambahkan sejumlah pihak dari pengelola daycare, termasuk pengurus dan pengasuh, diamankan dan dibawa ke instansi polisi untuk dimintai keterangan.

Hingga kini, Noorman menyebut, para orang tua tetap menunggu perkembangan kasus tersebut dan berambisi penanganan dilakukan secara tuntas.

"Kami minta kasus ini terus dikawal sampai tuntas. Kalau enggak dikawal kelak kami takut kasus ini lenyap begitu saja," ujarnya.

Salah seorang penduduk sekitar berinisial F (40) mengaku terkejut dengan dugaan kasus penganiayaan di tempat tersebut. Menurut F, selama ini aktivitas di daycare itu terlihat biasa saja dari luar.

"Ya ramai, nggak ada apa-apa. Cuma penjemputan, pengantaran saja," ujar F saat ditemui di sekitar letak hari ini.

F juga mengaku kerap mendengar bunyi tangisan anak dari dalam bangunan. Namun, perihal itu dianggapnya wajar mengingat anak-anak nan dititipkan tetap bayi.

"Ya nangis-nangis sering dengar, kan namanya juga bayi toh," katanya.

F menyebut, dari pengamatannya, tidak ada perihal mencurigakan nan terlihat dari luar. Aktivitas sehari-hari di daycare tersebut dinilai melangkah normal.

"Kalau dari luar ya terlihat biasa saja, nggak ada apa-apa," ungkapnya.

Berita selengkapnya di sini.

(fra/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional