Data Pertumbuhan Ekonomi Dikritik, BPS Ungkap Fakta Ini

Sedang Trending 1 jam yang lalu

 Data Pertumbuhan Ekonomi Dikritik, BPS Ungkap Fakta Ini

Data Pertumbuhan Ekonomi Dikritik, BPS Ungkap Fakta Ini (Foto: Freepik)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) memberi jawaban tegas atas keraguan publik mengenai validitas info pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025. Sejumlah pihak menilai nomor pertumbuhan ekonomi, khususnya pada kuartal II-2025 mencapai 5,12 persen, tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan seperti info PMI manufaktur nan terkontraksi dan penurunan angsuran perbankan.

Menanggapi perihal tersebut, Direktur Neraca Produksi BPS Puji Agus Kurniawan menegaskan bahwa lembaga nan dipimpinnya tetap independen dan bekerja berasas standar internasional nan ketat.

“Tentang banyaknya sorotan kepada BPS soal info pertumbuhan ekonomi pada 2025, terutama kuartal II 2025, BPS menyajikan beberapa info untuk menghitung PDB (Produk Domestik Bruto). Kalau misal di luar (publik nan meragukan info BPS) menghitung alias mengestimasi, pasti variabelnya tidak sebanyak nan digunakan oleh BPS,” ujar Puji dalam workshop wartawan di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Puji menjelaskan bahwa info BPS dihasilkan melalui Sistem Statistik Nasional nan diverifikasi oleh instansi statistik negara serta mematuhi prinsip dasar statistik resmi PBB (UN Fundamental Principles of Official Statistics).

Menurutnya, perkiraan nan dilakukan publik seringkali hanya memandang variabel nan terbatas, sementara BPS menggunakan pendekatan nan jauh lebih kompleks.

Dalam penghitungan Produk Domestik Bruto (PDB), BPS menggunakan tiga pendekatan utama. Pendekatan Produksi (Lapangan Usaha) meliputi 17 variabel, mulai dari sektor pertanian, industri pengolahan, hingga jasa kesehatan, Pendekatan Pengeluaran meliputi 6 variabel, termasuk konsumsi rumah tangga, investasi (PMTB), hingga ekspor-impor dan Pendekatan Pendapatan mencakup kompensasi tenaga kerja hingga surplus usaha.

Puji menekankan bahwa setiap kategori mempunyai metode penghitungan nan berbeda tergantung pada kesiapan info teknis di lapangan.

“Kalau misalkan penjelasan lebih spesifik secara teknis, butuh waktu nan spesifik juga (untuk menjelaskan perincian info statistik). Karena 17 kategori (pada pendekatan produksi), metodenya berbeda-beda, tergantung info nan tersedia,” jelasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com