Surabaya, CNN Indonesia --
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah usai Iran diserang Amerika Serikat-Israel membikin Sukri, salah satu jemaah haji kloter 1 Embarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo, was-was.
Ia mengaku khawatir, kontak bersenjata dan serangan udara di wilayah Timur Tengah menakut-nakuti keselamatannya berbareng jemaah haji nan lain. Baginya, keberangkatannya itu seperti sebuah pertaruhan nyawa.
"Jadi ada wacana uji coba, Kloter 1 Kabupaten Probolinggo jika lolos dari rudal kita semua bisa masuk Saudi," kata Sukri saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjelang keberangkatan nan dijadwalkan, Rabu (22/4) pukul 02.00 WIB, Sukri memilih bertawakal diri. Ia terus memanjatkan angan agar perjalanan menuju Tanah Suci diberikan keselamatan tanpa halangan di ruang udara internasional.
"Kalau kita pasrah lillahi ta'ala mati hidup lantaran Allah, lantaran jika kena rudal nan mendoakan dunia. Ya mudah-mudahan bisa minta angan selamat," imbuhnya.
Menanggapi kekhawatiran jemaah, pemerintah menegaskan keselamatan penerbangan haji 2026 menjadi prioritas utama.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dilaporkan terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi guna memantau dinamika di kawasan.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Henin Hamidah, memastikan proses pemberangkatan tetap melangkah sesuai rencana meskipun situasi di Teluk Persia memanas.
Pemerintah juga memastikan maskapai pengangkut jemaah bakal mengambil rute penerbangan langsung direct flight menuju Jeddah tanpa melewati area merah alias wilayah udara nan terdampak langsung konflik.
Sebanyak 760 jemaah haji nan tergabung dalam kloter 1 dan 2 asal Probolinggo telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya sejak Selasa siang. Mereka dijadwalkan menjadi rombongan pertama nan menandai dimulainya musim haji 2026 dari Jawa Timur.
(frd/dal)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·