Petenis senior Indonesia, Christopher Rungkat, menegaskan sungguh krusialnya jumlah turnamen internasional untuk menambah jam terbang dan meningkatkan ranking petenis Indonesia. Ia tak bisa menampik, jika ada nan bilang di Asia Tenggara, Indonesia tetap kalah mengenai perihal itu dari Thailand misalnya.
Christopher berambisi PP Pelti dan pihak swasta bisa bekerja-sama menghadirkan lebih banyak turnamen tenis internasional.
"Ya, saya kudu mengakui mungkin Thailand lebih banyak pemain nan mempunyai ranking internasional ya. Di kelas WTA dan ATP, enggak hanya cewek, di laki-laki juga. Mungkin itu juga disebabkan dengan lebih banyaknya pertandingan-pertandingan berskala internasional seperti ITF, ATP Challenger, WTA," katanya pada kumparan.
"Itu kan memberikan kesempatan kepada pemain-pemain lokal Thailand untuk bisa bertanding dan mendapatkan ranking ya. Dan kita nggak bisa memungkiri jika memang di sana jauh lebih banyak pertandingannya dibanding di Indonesia," tambahnya.
Christopher Rungkat juga menyoroti bahwa minat olahraga raket sedang meningkat akhir-akhir ini, termasuk padel. Seharusnya, momentum ini bisa menjadi pemicu untuk kembali menggelar turnamen tenis internasional.
"Balik lagi ini PR juga untuk mungkin bisa untuk PP Pelti alias bisa untuk mungkin enggak hanya PP Pelti doang, mungkin untuk industri tenis Indonesia nan mungkin bisa dimulai dari swasta alias dan lain-lain kan kita bisa lihat sendiri racket sport. Racket sport di Indonesia tuh sudah mulai naik dengan adanya padel lampau tenis nan sudah mulai naik," jelas Christopher.
"Mungkin dengan naiknya industri ini mungkin bisa memberikan daya tarik untuk sponsor-sponsor untuk membikin pertandingan-pertandingan tenis nan yang bertaraf internasional ke depannya. Dan itu pasti bakal membantu petenis-petenis Indonesia untuk bisa ada kans untuk mendapatkan ranking internasional, pastinya," tandasnya.
Christopher Rungkat tetap aktif sebagai petenis Indonesia. Ia memenangi lencana emas SEA Games 2025 dan bermain di Piala Davis pada awal 2026. Teranyar, dia menjadi kapten tim Billie Jean King Cup nan kembali lolos playoff usai penantian 22 tahun.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·