Cerita Para Calon Haji Muda dari Yogya: Daftar Sejak SD-Gantikan Ayah Meninggal

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Ashila Metta (23) salah satu calon haji termuda dari Kota Yogyakarta ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Rabu (15/4/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Raut wajah senang terpancar dari wajah Ashila Metta (23 tahun) saat aktivitas Pamitan Jemaah Haji DIY di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Rabu (15/4). Metta berangkat haji di usia nan tetap muda.

"Kalau daftar, alhamdulillah didaftarin orang tua di waktu SD sekitar umur 12 tahun. Waktu kelas 6," kata wanita asal Kota Yogyakarta, Rabu (15/4).

Sekitar 15 tahun berselang sejak pertama kali mendaftar, akhirnya tahun ini dia berangkat haji berbareng sang ibu nan berumur 53 tahun.

"Dari awal daftarnya sama ibu. Kalau ayah rencananya insyaallah tetap nunggu agenda sama adik," katanya.

Sejumlah persiapan sudah dilakukan Metta, mulai dari busana nan diperlukan hingga persiapan bentuk dan mental.

Berhaji di usia muda merupakan suatu kebahagiaan bagi Metta.

"Sedikit pressure karena mendampingi orang tua juga. Jadi penginnya bisa konsentrasi ibadah buat diri sendiri tetapi juga bisa membersamai senior-senior nan lebih tua dari kami semoga bisa saling membantu dan bekerja sama dengan baik," katanya.

Gantikan Ayah nan Meninggal Dunia

Kisah lain datang dari Septia Qoiriah (23 tahun), asal Kabupaten Sleman. Dia berangkat haji menggantikan ayahnya nan meninggal bumi lima tahun lalu.

"Pertama kaget nggak nyangka di umur segini kita bisa menjalankan ibadah haji. Alhamdulillah itu semua panggilan dari Allah. Jadi sebisa mungkin memaksimalkan," kata Septia.

"Kalau saya bapak sudah meninggal terus menggantikan bapak," katanya.

Pada ibadah haji tahun ini, Septia juga mendampingi ibunya nan berhaji. "Persiapan jaga kesehatan nan pasti," katanya.

Soal kondisi Timur Tengah nan tengah memanas, Septia mengaku sempat kaget. "Namun lantaran ini panggilan nan dijalani saja," pungkasnya.

3.830 Jemaah Haji DIY

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) DIY, Jauhar Mustofa, dalam sambutannya mengatakan pada tahun ini DIY mendapatkan kuota tambahan 601 jemaah.

"Jika dari kuota sebelumnya sejumlah 3.147 jemaah menjadi 3.748 jemaah. Jumlah tersebut termasuk di dalamnya kuota prioritas haji lansia sebanyak 5 persen alias 187 jemaah," kata Jauhar.

Jauhar mengatakan sebanyak 101 jemaah merupakan jemaah mutasi dari luar DIY. Sementara 21 jemaah mutasi keluar dari DIY.

"Sehingga jumlah jemaah haji nan berangkat dari DIY sebanyak 3.830 jemaah, dengan didampingi petugas kloter sebanyak 62 petugas," katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan