
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal
MAKKAH - Pemerintah Arab Saudi memberlakukan pengetatan keamanan secara masif sejak dimulainya fase kehadiran jamaah haji 2026. Petugas keamanan setempat terpantau rutin melakukan pemeriksaan identitas nan meliputi paspor, visa, dan Kartu Nusuk di beragam area publik di Madinah dan Makkah.
Langkah ini diambil Pemerintah Saudi untuk memastikan seluruh jemaah nan beraktivitas adalah jemaah nan prosedural.
Mengantisipasi kebijakan pengetatan tersebut, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menginstruksikan jemaah Indonesia untuk disiplin kelengkapan dokumen. Setiap jemaah diwajibkan untuk selalu mengalungkan Kartu Nusuk selama melakukan aktivitas di luar area penginapan.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa izin Saudi menetapkan Kartu Nusuk sebagai identitas nan paling krusial.
"Imbauan kita tentu Kartu Nusuk yang dimiliki oleh seluruh jemaah kudu dibawa ke mana-mana, terutama beraktivitas di luar hotel. Karena itu bakal menjadi syarat akses utama," ujar Ihsan, Sabtu (25/4/2026).
Ihsan menambahkan bahwa tanpa kartu tersebut, pergerakan jemaah bakal sangat terbatas, apalagi berpotensi dilarang memasuki tempat ibadah.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin muslim lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·