Cak Imin Singgung Fenomena Flexing Pengelola Dapur MBG

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar memberikan pengarahan saat Satu Tahun Perjalanan Makan Bergizi Gratis dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar alias nan berkawan disapa Cak Imin, menyoroti kejadian pamer kekayaan namalain flexing di media sosial nan belakangan dilakukan oleh sejumlah pengusaha baru dari ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Dengan nada berkelakar, dia menyebut tindakan pamer kekayaan tersebut terjadi lantaran para pengusaha salah mengerti dalam mengimplementasikan perintah kepercayaan mengenai rekomendasi bersyukur.

​"Kalau kita lihat di sosial media dan banyak nan datang ke instansi ini, rasa syukur banyak pengusaha baru tumbuh. Saking bahagianya kadang-kadang flexing juga di sosial media, jadi masalah, blunder, dan seterusnya," ujar Cak Imin saat pemaparan di aktivitas Talkshow Refleksi Satu Tahun Program Makan Bergizi Gratis di Jakarta Pusat, Kamis (16/4).

​Lebih lanjut, dia menilai kelakuan para pengusaha tersebut pada dasarnya beriktikad mempraktikkan aliran kepercayaan untuk mengabarkan nikmat nan diberikan oleh Tuhan. Namun, implementasinya keliru.

​"Itu biasa, tapi itu menjalankan perintah agama, 'Kalau ada nikmat maka ceritakanlah, kabarkanlah'. Itu flexing-nya itu di situ. Wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ, Itu salah pahamnya di situ," tegasnya.

Menko PM, Muhaimin Iskandar didampingi Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sonny Sonjaya memberikan keterangan pers usai Satu Tahun Perjalanan MBG di Kemenko Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

​Di kembali kejadian tersebut, Cak Imin menegaskan banyak penduduk nan sekarang berpenghasilan di tingkat wilayah membuktikan bahwa strategi pemerintah telah melangkah efektif dan tepat sasaran melalui politik anggaran nan benar.

​"Banyak itu nan tiba-tiba punya penghasilan, nan tiba-tiba menjadi pengusaha, dan itulah politik anggaran nan benar. Kebijakan pengeluaran anggaran negara nan berakibat langsung dan bisa dinikmati secara merata dalam jumlah nan besar," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan