Jakarta, CNN Indonesia --
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengaku bakal memperketat izin keramaian di daerahnya seiring peristiwa penganiayaan tuan rumah hajatan hingga tewas oleh preman nan diduga meminta jatah.
Saepul bakal segera menerbitkan surat info (SE) mengenai pembatasan dan pengetatan izin keramaian seperti acara pernikahan maupun sunatan.
"Akan keluarkan SE untuk pembatasan dan memperketat perizinan dan pengawasan izin keramaian di hajatan, baik nikahan alias sunatan," kata Saepul dikutip dari unggahan di akun instagram pribadi, Selasa (6/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan izin hanya bakal diberikan jika seluruh pihak di wilayah itu bisa menjamin keamanan dan ketertiban selama kegiatan.
"Sehingga ke depan, untuk izin keramaian hajatan, nikahan, alias sunatan itu kudu ada pakta integritas partisipasi menjaga keamanan dan ketertiban dari semua pihak nan ada di wilayah itu, baik Kepala Desa, LPM, tokoh pemuda, tokoh masyarakat," katanya.
Ia juga menyampaikan keprihatinan dan duka cita atas kejadian tersebut. Saepul meminta masyarakat menyerahkan sepenuhnya proses norma kepada abdi negara kepolisian.
"Pada pihak keluarga, masyarakat, dan kita semua jangan pernah ragu, percayakan sepenuhnya kasus ini pada pihak kepolisian. Percayakan kasus masalah ini pada Polres Purwakarta," ujarnya.
Seorang penduduk berjulukan Dadang (57) tewas di tengah pesta pernikahan anaknya usai dipukuli sejumlah orang nan diduga mabuk.
Kejadian itu terjadi pada Sabtu (4/4) kemarin. Pada pukul 14.50 WIB, ketika intermezo organ sedang berjalan ada segerombolan orang nan diduga dalam keadaan mabuk turut menghadiri acara tersebut.
Mereka meminta duit kepada pemain organ dengan argumen untuk membeli tambahan minuman.
Oleh penyelenggara organ, ditawarkan duit Rp100.000 tetapi orang tersebut menolak dengan argumen kurang.
Korban Dadang pun menghampiri keributan itu. Ia apalagi sempat bersitegang dengan orang-orang nan membikin kericuhan. Namun keributan pun tak terhindarkan.
Korban dikejar oleh pelaku sampai di depan rumah korban. Di hadapan banyak tamu dan family serta anaknya nan duduk di pelaminan, Dadang diekseskusi dengan sebilah bambu.
Pelaku nan mendapati korban tersungkur dan tak sadarkan diri, mereka langsung melarikan diri.
Keluarga nan memandang Dadang terkapar mencoba membawa ke RS Bhakti Husada. Namun sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal bumi oleh petugas jaga.
Polisi belakangan menangkap dua orang pelaku penganiaya Dadang.
(yoa/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·