BTN Angkat Endra Gunawan Jadi Wakomut

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P Napitupulu. Foto: Dok. BTN

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) nan digelar Kamis (23/4) mengubah susunan komisaris hingga memutuskan penguatan modal perseroan untuk melakukan ekspansi kredit.

Di bangku komisaris, pemegang saham memberhentikan Dwi Ary Purnomo dari posisi Wakil Komisaris Utama (Wakomut) BTN lantaran dia telah menerima penugasan baru sebagai Direktur Keuangan PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja sejak 25 Februari 2026.

Posisi Wakomut sekarang diisi Endra Gunawan. Dia merupakan Deputi Bidang Peningkatan Nilai BUMN-BP BUMN.

Sementara itu, RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali Bapak Nofry Rony Poetra serta Bapak Eko Waluyo untuk melanjutkan masa kedudukan sebagai personil Direksi BTN sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan dan penyelenggaraan strategi upaya perseroan. Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu menyampaikan apresiasi atas kontribusi nan telah diberikan.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi nan setinggi-tingginya kepada Bapak Dwi Ary Purnomo atas dedikasi dan kontribusi nan telah diberikan selama menjabat. Perseroan juga menyambut baik keberlanjutan peran Bapak Nofry Rony Poetra dan Bapak Eko Waluyo dalam memperkuat keahlian dan transformasi BTN ke depan,” ujar Nixon dalam keterangannya, Kamis (23/4).

Nixon mengatakan perubahan susunan pengurus merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk memperkuat arah strategis perseroan.

“BTN optimistis susunan pengurus nan baru bakal semakin memperkuat kepemimpinan Perseroan dalam mendorong pertumbuhan upaya nan berkepanjangan serta peningkatan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutupnya.

Berikut susunan pengurus BTN nan baru:

Susunan Direksi

  • Direktur Utama: Nixon L.P. Napitupulu

  • Wakil Direktur Utama: Oni Febriarto Rahardjo

  • Direktur Finance & Strategy: Nofry Rony Poetra

  • Direktur Consumer Banking: Hirwandi Gafar

  • Direktur Risk Management: Setiyo Wibowo

  • Direktur Operations: I Nyoman Sugiri Yasa

  • Direktur Network & Retail Funding: Rully Setiawan

  • Direktur Commercial Banking: Hermita

  • Direktur Human Capital & Compliance: Eko Waluyo

  • Direktur Information Technology: Tan Jacky Chen

  • Direktur Treasury & International Banking: Venda Yuniarti

  • Direktur Corporate Banking: Helmy Afrisa Nugroho

Susunan Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Suryo Utomo

  • Wakil Komisaris Utama: Endra Gunawan

  • Komisaris: Fahri Hamzah

  • Komisaris: Didyk Choiroel

  • Komisaris Independen: Ida Nuryanti

  • Komisaris Independen: Pietra Machreza Paloh

  • Komisaris Independen: Panangian Simanungkalit

Perkuat Permodalan, Tak Bagikan Dividen

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P Napitupulu. Foto: Dok. BTN

Dalam RUPST juga memutuskan penguatan modal perseroan untuk melakukan ekspansi kredit. Penguatan modal ini seiring dengan keputusan pemegang saham untuk mengalokasi untung bersih BTN 2025 senilai Rp 3,5 triliun sebagai saldo untung ditahan untuk mendukung ekspansi angsuran ke depan.

Nixon menjelaskan untuk penggunaan laba, RUPST memutuskan dividend payout ratio sebesar 0%, dengan pertimbangan untuk mendukung ekspansi angsuran nan melampaui Rencana Kerja dan Anggaran Perusahan (RKAP), sehingga untung digunakan sebagai penguatan permodalan di tahun 2026.

Keputusan tersebut dilatarbelakangi oleh rencana pengambilalihan portofolio angsuran nan telah diproses dalam jangka waktu cukup panjang. Portofolio tersebut mencakup angsuran produktif maupun konsumtif dengan nilai transaksi nan melampaui 20 persen dari ekuitas Perseroan, sehingga memerlukan penguatan permodalan.

Nixon menjelaskan perseroan sebelumnya telah mempertimbangkan beragam opsi pendanaan, termasuk publikasi surat utang namun dinilai kurang efisien.

“Maka sempat kita rencanakan juga untuk menerbitkan sub-debt alias additional tier 1 capital. Tapi waktunya tidak memungkinkan, dan jika pakai itu ada beban bunga," jelasnya.

Lebih lanjut, Nixon menegaskan keputusan tidak membagikan dividen diambil untuk menjaga efisiensi sekaligus memperkuat kapabilitas ekspansi.

“Jadi akhirnya disepakati, kita tidak membayarkan dividen alias dividend payout-nya 0 persen di tahun ini, lantaran memang modalnya dibutuhkan untuk pembelian portofolio tadi. Dengan begitu kita tidak perlu lagi menerbitkan surat utang,” jelasnya.

Sejalan dengan perihal tersebut, BTN menargetkan pertumbuhan angsuran dan pembiayaan pada tahun 2026 dapat tumbuh di kisaran 8-10%, dengan tetap berfokus pada segmen perumahan, baik subsidi maupun non-subsidi, serta penguatan ekosistem pembiayaan perumahan.

Terkait dengan ekspansi kredit, RUPST menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan, dengan terlebih dulu memperoleh persetujuan sesuai ketentuan nan berlaku, untuk menyetujui rencana pengambilalihan portofolio angsuran dari pihak ketiga.

Nixon menilai akuisisi portofolio angsuran mempunyai profil imbal hasil dan kualitas aset nan lebih baik dibandingkan portofolio eksisting Perseroan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan.

“Yield-nya lebih bagus daripada yield BTN hari ini, makanya kita beli. Kemudian NPL-nya lebih mini dari NPL BTN hari ini," terangnya.

Transaksi ini diproyeksikan dapat memperbaiki kualitas aset sekaligus meningkatkan keahlian finansial BTN. “Sehingga dengan adanya pembelian portofolio ini, NPL rasio BTN di akhir tahun bakal turun di bawah 3 persen. Pendapatan kembang kita bakal lebih bagus, dan total angsuran kita bakal melampaui RKAP," jelaskan.

Saat ini, pihak musuh transaksi belum dapat disampaikan lantaran proses tetap berjalan, dengan sasaran penandatanganan perjanjian sekitar pertengahan Mei.

Selain itu, BTN juga memperluas kerjasama strategis untuk memperkuat pipeline angsuran perumahan, salah satunya melalui kerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pengembangan kediaman berbasis area transit (transit oriented development/TOD), termasuk pengembangan proyek kediaman vertikal nan direncanakan mencakup lima tower di sejumlah letak strategis.

Sementara itu, RUPST menerima laporan realisasi penggunaan biaya hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan VI BTN Tahap II Tahun 2025 serta Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V BTN Tahap II Tahun 2025.

RUPST juga menyetujui perubahan Recovery Plan sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan Perseroan dalam menghadapi potensi tekanan keuangan. RUPST turut menyetujui RKAP Tahun 2026 serta Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2025-2029 sebagai pedoman arah pengembangan upaya Perseroan dalam jangka menengah dan panjang.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan