BPOM Resmi Izinkan Vaksin Campak Dewasa Berisiko, Kemenkes Pastikan Stok Cukup

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Lucia Rizka Andalucia menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, Senin (12/5/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan kesiapan vaksin balang untuk orang dewasa berisiko tinggi cukup dan siap digunakan segera. Hal ini sebagai tindak lanjut keluarnya izin ekspansi penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalucia, mengatakan pemerintah mempunyai stok vaksin MR sekitar 9,8 juta dosis nan siap didistribusikan ke seluruh Indonesia.

"Jadi saat ini kondisi kesiapan vaksin lebih dari cukup, lantaran sudah tersedia sekitar 9,8 juta dosis di seluruh Indonesia,” kata Rizka dalam konvensi pers di Kantor BPOM RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).

“Tingkat ketersediaannya jika diukur adalah sekitar 5,5 bulan. Jadi kami memang menjaga agar stok di seluruh wilayah tetap terjamin, tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko vaksinnya menjadi rusak,” jelasnya.

Ilustrasi - Vaksin Campak. Foto: MargJohnsonVA/Shutterstock

Rizka menambahkan, Kemenkes menggunakan Sistem Monitoring Inventaris Logistik Kesehatan secara Elektronik (SMILE), nan memungkinkan pengawasan kesiapan vaksin secara real-time hingga ke Puskesmas dan akomodasi pelayanan kesehatan.

“Kami punya suatu sistem pemantauan vaksin nan namanya SMILE melalui satu sel logistik. Kami bisa memantau kesiapan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten, kota, sampai ke Puskesmas dan akomodasi pelayanan kesehatan secara real-time," ungkapnya.

Selain itu, Rizka menegaskan, pemberian vaksinasi bakal segera dilakukan bagi golongan dewasa berisiko tinggi, termasuk tenaga kesehatan, pelaku perjalanan internasional (international traveler), dan kontak erat dengan orang nan immunocompromised.

“Jadi tidak diwajibkan untuk dewasa, tetapi untuk golongan berisiko tinggi ini kami bakal lakukan segera,” kata Rizka.

Ketua Satgas Imunisasi Dewasa dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Sukamto Koesnoe, mengatakan kesiapan vaksin tersebut juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum secara berdikari di luar program pemerintah.

Menurutnya, vaksin Bio Farma nan sekarang sudah mendapat izin penggunaan juga dapat menjadi pengganti nan lebih terjangkau bagi masyarakat dan golongan berisiko.

“Kalau golongan orang dewasa ini tidak masuk ke dalam program nan ada saat ini, mereka bisa melakukannya secara mandiri. Seperti hari ini, misalnya, perhimpunan orang tua mahasiswa Fakultas Kedokteran UI mengumpulkan adik-adik koas dan mahasiswa untuk mendapatkan vaksinasi,” ujar dr. Sukamto.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan