Jakarta -
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI terus memperkuat edukasi keamanan transaksi digital bagi pengguna korporasi melalui pedoman langkah kondusif berjudul PERIKSA. Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap akibat kejahatan siber, khususnya phishing, nan semakin marak di tengah meningkatnya aktivitas transaksi digital.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan edukasi ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menjaga keamanan dan kenyamanan nasabah, khususnya pengguna jasa BNIdirect.
"Phishing merupakan upaya pencurian info sensitif seperti user ID, password, maupun PIN melalui pesan alias tautan tiruan nan menyerupai komunikasi resmi. Data nan diperoleh pelaku kemudian digunakan untuk mengakses akun dan melakukan transaksi tanpa sepengetahuan nasabah," ujar Okki, dalam keterangan tertulis, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Okki menambahkan, melalui pedoman PERIKSA, BNI tidak hanya menghadirkan sistem nan aman, tetapi juga mendorong peningkatan literasi digital pengguna agar lebih waspada dalam bertransaksi.
Panduan PERIKSA mencakup sejumlah langkah preventif. Pertama, pastikan Gunakan Email Resmi untuk menghindari potensi phishing alias malware. Kedua, eksplorasi Password nan Unik dan Kuat dengan kombinasi karakter nan kompleks serta pembaruan secara berkala. Selanjutnya, Nasabah diminta rahasiakan Informasi Akun seperti Company ID, user ID, maupun password.
BNI juga mengingatkan pentingnya penggunaan perangkat pribadi (Individu dan Perangkat) serta hindari jaringan Wi-Fi publik nan berisiko.
Pada Aspek layanan, pengguna diimbau untuk Kunjungi Alamat Resmi BNIdirect guna menghindari situs tiruan nan meniru tampilan jasa perbankan. Jika memerlukan bantuan, pengguna dapat menghubungi Service Action Team (SAT) melalui kanal resmi nan telah disediakan.
Terakhir, pengguna diminta untuk Amati Detail Transaksi sebelum melakukan otorisasi guna memastikan tidak terjadi kesalahan maupun potensi penyalahgunaan.
Okki menegaskan keamanan transaksi digital tidak hanya berjuntai pada sistem, tetapi juga pada kesadaran pengguna dalam menjaga info dan aktivitas finansialnya.
"BNI mendorong seluruh pengguna untuk berkedudukan aktif menjaga keamanan transaksi. Dengan kewaspadaan nan tinggi dan pemanfaatan kanal resmi, ekosistem perbankan digital nan kondusif dan terpercaya dapat terwujud," katanya.
BNI menyatakan bakal terus memperkuat sistem keamanan serta melakukan edukasi berkepanjangan guna menghadapi perkembangan modus kejahatan siber nan semakin kompleks.
Sebagai penutup, langkah edukatif seperti PERIKSA menjadi bagian krusial dalam membangun budaya transaksi digital nan aman, di mana kerjasama antara bank dan pengguna menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan serta keberlangsungan ekosistem finansial digital.
(ega/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·