BEI Catat Nilai Kelolaan Reksa Dana Tembus Rp 699 T hingga Maret 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pekerja melintas di depan layar nan menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai biaya kelolaan (asset under management/AUM) reksa biaya di Indonesia telah mencapai Rp 699,65 triliun hingga Maret 2026.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Manullang, mengatakan pencapaian ini menjadikan posisi reksa biaya sebagai salah satu instrumen investasi nan semakin diminati oleh penanammodal ritel.

“Sampai dengan Maret 2026, nilai biaya kelolaan alias asset under management reksadana di Indonesia telah mencapai Rp 699,65 triliun,” ujar Kristian di Gedung BEI, Jakarta, Senin (20/4).

Menurutnya, reksa biaya termasuk pilihan utama masyarakat terutama bagi investor pemula, lantaran menawarkan kemudahan akses serta pengelolaan nan dilakukan oleh manajer investasi.

Selain itu, produk ini juga memberikan faedah diversifikasi portofolio, sehingga akibat bisa tersebar.

"Angka ini menunjukkan bahwa reksadana merupakan salah satu pilihan utama masyarakat dengan memulai investasi, lantaran reksadana menawarkan diversifikasi portfolio dan pengelolaan ahli dengan akses nan relatif terjangkau," kata Kristian.

Kristian melanjutkan, peningkatan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap produk reksa biaya menjadi aspek krusial dalam mendorong pertumbuhan penanammodal di pasar modal.

"Tidak hanya sebagai produk investasi, tetapi juga sebagai pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal pasar modal secara lebih luas," ujarnya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan