Beban tagihan subsidi BBM Malaysia diperkirakan bakal melonjak pada April 2026. Untuk itu, Pemerintah Malaysia menyiapkan total sekitar 7 miliar ringgit alias sekitar USD 1,8 miliar.
Dikutip dari Bloomberg pada Senin (15/4), beban subsidi tersebut memang meningkat drastis. Sebelum terjadinya perang di Iran, beban subsidi hanya mencapai 700 juta ringgit. Hal ini menunjukkan meningkatnya tekanan fiskal akibat tingginya nilai energi.
Kementerian Keuangan Malaysia menyebut total tagihan subsidi tersebut juga sudah mencakup tambahan 75 juta ringgit nan dialokasikan untuk mendukung tiga program support diesel nan dibuat untuk meredam akibat kenaikan nilai bagi konsumen dan industri.
“Tekanan biaya dapat diteruskan ke nilai konsumen jika tidak dikendalikan sejak dini. Kita perlu memahami bahwa krisis ini berbeda dari guncangan normal lantaran dampaknya bisa terjadi secara berjenjang dan berjalan hingga tahun depan,” kata Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir.
Saat ini, Pemerintah Malaysia juga tetap mempertahankan nilai RON95 sebagai jenis bensin paling terkenal pada level 1,99 ringgit per liter. Angka itu termasuk nan termurah di dunia.
Namun, nilai diesel di Malaysia saat ini berada di rekor tertinggi, ialah 6,72 ringgit per liter. Pemerintah Malaysia bakal meningkatkan subsidi diesel bagi petani padi dan meningkatkan alokasi subsidi bulanan untuk sektor pertanian.
Pemerintah Malaysia juga berencana meningkatkan campuran biodiesel menjadi B15 dari sebelumnya B10 untuk mengurangi kebergantungan pada bahan bakar fosil.
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·