Bantah Urus Kasus, Sahroni Jelaskan Serahkan Rp300 Juta ke Pemeras

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni membantah ada pengurusan perkara dalam kasus pemerasan dirinya oleh sejumlah orang nan mengatasnamakan utusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sahroni mengaku kaget dengan info nan beredar belakangan dan menyebut pemerasan itu dilakukan mengenai pengurusan perkara. Menurut Sahroni, para pelaku hanya mendatangi dirinya dan meminta duit Rp300 juta untuk aktivitas ketua komisi antirasuah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cuma kan buletin narasinya udah beda-beda tuh seolah-olah ngurus perkara. Siapa ngurus perkara. Tidak ada urus perkara, dia minta duit langsung atas nama ketua KPK," ujar Sahroni saat dihubungi, Jumat (10/4).

Bendahara Umum Partai NasDem itu tak membantah penyerahan duit tersebut. Namun, perihal itu dilakukan sebagai peralatan bukti pemerasan.

"Duit memang udah diserahkan, iya, lantaran gini gua kasih tahu. Kenapa itu duit diserahkan? Ya lantaran lu mau nangkep orang ya gua mesti serahin dong. Ya masa lu nangkep orang enggak ada bukti untuk ngasih duit," ujar Sahroni.

Sahroni menyebut kejadian pemerasan itu terjadi pada Senin (6/4) lalu, saat dirinya memimpin rapat komisi. Di tengah rapat, dia mendapat pesan dari stafnya bahwa salah satu pelaku, seorang perempuan, mengaku sebagai Kabiro Penindakan KPK mau bertemu.

Dia pun mengonfirmasi kepada ketua KPK mengenai identitas para pelaku, namun dibantah.

"Karena gua ada rasa berprasangka gua landain tapi gua nanya langsung ke KPK. Karena tidak betul akhirnya KPK berkoordinasi dengan Polda Metro gua laporin lah tuh," ujarnya.

Tim campuran KPK dan Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4) malam menangkap empat orang nan diduga mengaku sebagai pegawai lembaga antirasuah, nan menyatakan dapat mengatur penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di KPK.

"Para terduga pelaku diamankan di wilayah Jakarta Barat. Dalam aktivitas tersebut, tim juga mengamankan peralatan bukti dalam corak duit sejumlah 17.400 dolar Amerika Serikat," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

(fra/thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional