Bank di AS Masih Untung, Nasabah Mampu Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Ilustrasi bank Foto: Dok. ChatGPT

Bank-bank besar di Amerika Serikat (AS) melaporkan tetap mendapatkan untung nan tinggi pada Selasa (14/4). Capaian itu menunjukkan ketahanan di antara upaya dan nasabah, meski harga minyak melonjak akibat perang di Timur Tengah.

JPMorgan Chase mencatatkan untung di seluruh kategori perbankan konsumen dan investasi terkemuka. CEO Jamie Dimon menggambarkan ekonomi AS tetap sehat meski menghadapi serangkaian akibat nan semakin kompleks, termasuk nilai daya nan bergejolak, ketidakpastian perdagangan, dan defisit besar.

Keuntungan di pemberi pinjaman terbesar AS berasas aset mencapai USD 16,5 miliar, naik 13 persen dari level tahun lalu, sementara pendapatan melonjak 10 persen menjadi USD 49,8 miliar.

Lonjakan nilai minyak telah menyebabkan nilai bensin nasional di atas USD 4 per galon untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022. Meski nilai bensin lebih tinggi menimbulkan tekanan nan lebih besar pada rumah tangga berpenghasilan rendah, Dimon mengatakan pasar kerja AS nan solid tetap menjadi aspek pendukung.

"Yang terpenting selalu adalah lapangan kerja. Dan ada banyak lapangan kerja. Tingkat pengangguran relatif rendah," kata Dimon dalam konvensi pers melalui telepon dengan para jurnalis.

Beberapa pendorong peningkatan untung JPMorgan adalah peningkatan simpanan konsumen dan saldo kartu angsuran nan lebih dari cukup untuk mengimbangi akibat penurunan suku bunga.

Di Citigroup, untung naik 42 persen menjadi USD 5,8 miliar, sementara pendapatan naik 14 persen menjadi USD 24,6 miliar. Bank tersebut mendapatkan pertumbuhan nan luas di seluruh bisnisnya, dipimpin oleh bagian pasar dan jasa. Namun, bank tersebut meningkatkan persediaan kerugian angsuran sekitar USD 600 juta, dengan argumen meningkatnya ketidakpastian dalam prospek ekonomi makro.

Karyawan menghitung duit dolar Amerika Serikat (AS) di tempat penukaran kurs asing, Jakarta, Rabu (6/1). Foto: Fakhri Hermansyah/ANTARA FOTO

Kepala Keuangan Citigroup, Gonzalo Luchetti, menggambarkan konsumen AS sebagai konsumen nan tangguh, mencatat tingkat tunggakan pembayaran nan stabil dari waktu ke waktu.

"(Peningkatan persediaan tersebut) betul-betul lantaran kehati-hatian nan mau kami pastikan bahwa kami selalu mempunyai persediaan nan cukup untuk beragam kondisi," kata Luchetti dalam konvensi pers.

Wells Fargo melaporkan untung kuartal pertama sebesar USD 5,2 miliar, naik 7 persen dari tahun sebelumnya. Pendapatan naik 6 persen menjadi USD 21,4 miliar.

CEO Wells Fargo Charlie Scharf menyebut peningkatan untung tersebut dengan peningkatan pinjaman dan simpanan, dan juga menggambarkan angsuran pengguna sebagai solid.

"Meskipun pasar bergejolak, kami tetap memandang ketahanan nan berkepanjangan dalam perekonomian nan mendasar dan kesehatan finansial konsumen dan upaya nan kami layani tetap kuat, meskipun akibat kenaikan nilai minyak kemungkinan bakal memerlukan waktu untuk terwujud," kata Scharf.

"Kami bakal terus memantau tren dan merespons sesuai dengan situasi," tambahnya.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan