Anak Meisya Siregar Idap Autoimun Langka ITP, Apa Itu?

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Meisya Siregar dan anaknya, Bambang. Foto: Instagram/@meisya_siregar

Anak Meisya Siregar, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, mengalami penyakit . Trombositnya turun hanya 3 ribu mikroliter, jauh dari pemisah normal, 150-450 ribu mikroliter.

Menurut Meisya, penyakit ini datang tiba-tiba dengan indikasi ringan tapi bisa mematikan, lantaran sistem kekebalan tubuh bisa menghancurkan trombosit nan sehat. Penyakit ini rentan menyerang di segala usia.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan dari ahlinya di bawah ini.

Apa Itu Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP)?

Meisya Siregar dan anaknya, Bambang. Foto: Instagram/@meisya_siregar

Dokter ahli anak, dr. Nitish Basant Adnani, Sp.A, menjelaskan Immune Thrombocytopenic Purpura (ITP) adalah suatu gangguan autoimun, di mana sistem imun tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan trombosit (sel darah nan berfaedah untuk menunjang proses pembekuan darah). Akibatnya, jumlah trombosit menjadi rendah sehingga anak lebih mudah mengalami perdarahan.

ITP bisa terjadi pada semua golongan usia mulai dari dewasa hingga anak-anak. Tapi pada anak, namun lebih sering terjadi di usia 2-6 tahun.

“Biasanya pada anak usia 2-6 tahun bakal terjadi beberapa minggu setelah jangkitan virus dan condong lebih ringan dan sembuh total dibanding orang dewasa, lantaran pada usia dewasa ITP bisa berkarakter kronik,” jelas dr. Nitish pada kumparanMOM, Selasa (14/4).

Adapun tanda-tanda nan dapat terlihat pada anak jika terinfeksi ITP sebagai berikut:

1. Mudah memar tanpa karena jelas

2. Muncul bintik-bintik merah mini di kulit

3. Sering epistaksis alias gusi mudah berdarah

4. Luka mini nan susah berakhir berdarah

“Pada kondisi jarang juga bisa terjadi perdarahan berat, seperti perdarahan saluran cerna alias otak,” tambah dr. Nitish.

Namun, hingga sekarang belum ada penyebab jelas kenapa ITP bisa terjadi sehingga belum ada pencegahan secara spesifik. nan bisa dilakukan adalah terapi kortikosteroid alias imunoglobulin ialah dengan langkah memasukkan antibodi dari plasma darah lewat infusan.

“Kabar baiknya, pada anak, ITP hanya berkarakter sementara dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu alias bulan dan tidak semua anak nan terinfeksi memerlukan obat. Terapi obat dilakukan jika trombositnya sangat rendah alias ada pendarahan,” ujar dr. Nitish.

Jadi tidak semua anak nan terinfeksi ITP kudu melakukan pengobatan jangka panjang ya, Moms. Namun perihal ini tetap ditentukan dan dipantau oleh dokter.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan