Ambulans Terjebak, Ibu Hamil Ditandu ke RS Lintasi Medan Berlumpur di Cianjur

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Seorang ibu mengandung nan hendak melahirkan kudu ditandu setelah mobil ambulan nan membawanya ke rumah sakit tidak bisa melewati jalan rusak berlumpur di Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa

Seorang ibu mengandung di Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kudu ditandu ke rumah sakit karena ambulans nan mengantarnya terjebak lumpur di desa tersebut.

Jalan itu sebetulnya merupakan jalan kabupaten, nan membentang sepanjang 2 kilometer. Namun, kondisinya rusak sejak 5 bulan terakhir dan belum mendapat perbaikan.

Kepala Desa Panyindangan, Deden Slamet, mengatakan peristiwa nan dialami seorang ibu mengandung itu bukan nan kali pertama terjadi.

Rusaknya jalan kabupaten itu, kata Deden, sudah sangat dikeluhkan oleh pengguna jalan dan masyarakat setempat.

"Kejadiannya pekan kemarin, akibat kondisi jalan nan rusak parah serta berlumpur sehingga mobil ambulans desa tidak bisa melewati medan tersebut. Ibu mengandung nan bakal melahirkan terpaksa diturunkan dari mobil dan ditandu untuk menghindari guncangan saat di dalam ambulans," kata Deden, kepada kumparan, Kamis (16/4).

Deden menyebutkan, pihaknya telah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan kabupaten itu. Namun, hingga sekarang tetap belum ada realisasi.

Seorang ibu mengandung nan hendak melahirkan kudu ditandu setelah mobil ambulan nan membawanya ke rumah sakit tidak bisa melewati jalan rusak berlumpur di Desa Panyindangan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Foto: Dok. Istimewa

Meskipun sempat diturunkan dari mobil ambulans, kata Deden, ibu mengandung tersebut akhirnya dapat bersalin dengan selamat di RSUD Pagelaran.

"Mobil ambulans akhirnya bisa melintasi jalan rusak berlumpur dengan support didorong oleh sejumlah penduduk dan ibu mengandung kembali dinaikkan ke dalam ambulans untuk bersalin di RSUD Pagelaran," jelasnya.

Deden menambahkan, perbaikan jalan kabupaten itu terakhir dilakukan pada 2019. Kondisinya, semakin rusak parah akibat cuaca hujan.

"Terakhir dilakukan perbaikan pada tahun 2019, akibat sering diguyur hujan dan ditambah sering dilalui kendaraan berat jalan tersebut rusak dan berlumpur," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan