Alat pemantauan aktivitas Gunung Semeru milik Stasiun Pemantauan Kopirejo nan terletak di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, hilang. Pengelola menduga perangkat tersebut dicuri.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru, Liswanto, mengatakan perangkat pemantauan itu diketahui lenyap pada pertengahan April.
"Pencurian terjadi pada 16 April 2026. Kronologinya, saat itu kami menyadari lantaran perangkat diketahui mati, info tidak masuk," kata Liswanto saat dihubungi, Jumat (24/4).
Mengetahui perihal tersebut, petugas kemudian mengecek ke lokasi. Dari hasil pemeriksaan, terdapat beberapa komponen nan diduga raib.
"Kami pun mengecek ke Stasiun Kopirejo. nan dicuri antara lain aki 12 buah, panel surya 12 buah, regulator panel surya 2 buah, DC to DC 1 buah, kabel grounding, dan stik grounding," katanya.
Pemantauan Tidak Lumpuh Total
Meski begitu, Liswanto memastikan pemantauan aktivitas Gunung Semeru tidak sampai lumpuh total. Masih ada stasiun lain nan tersebar untuk melakukan pemantauan.
"Sejauh ini, monitoring Gunung Semeru tetap melangkah lantaran ada pos lain nan tetap bisa melakukan pemantauan," ucapnya.
Pengelola telah melaporkan kasus tersebut ke polisi. Liswanto menambahkan, kejadian hilangnya perangkat pantau Gunung Semeru sudah dua kali terjadi. Pertama terjadi di stasiun pemantauan di Desa Klepu, Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada Agustus 2024 lalu.
"Ini kejadian nan kedua. nan pertama di Klepu, sepertinya kami tidak merekomendasikan lagi untuk pemasangan alat. Laporan ke polisi sedang dilakukan," ucapnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut.
Namun, tetap diperlukan rincian info komponen apa saja nan raib.
"Info dari Kapolsek Wajak, kemarin sudah melapor dan sudah ditindaklanjuti. Hari ini pelapor bakal datang ke polsek lagi. Kemarin pelapor belum perincian mengenai jenis perangkat dan jumlah kerugiannya. Setelah lengkap, baru diterbitkan LP, namun sudah ditindaklanjuti oleh Polsek Wajak," kata Bambang.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·