Kental manis tetap banyak digunakan untuk menambah rasa pada beragam makanan dan minuman. Rasanya nan manis dan teksturnya nan kental memang membikin produk ini jadi favorit di banyak sajian. Namun, selain sebagai pelengkap, kental manis juga rupanya tetap sering dikonsumsi sebagai minuman susu harian oleh sebagian orang.
Padahal, produk ini sebenarnya tidak dirancang untuk dikonsumsi sebagai pengganti susu. Sebab, kandungan gulanya jauh lebih tinggi dibandingkan susu segar maupun susu ultra high temperature (UHT), sehingga tidak dapat disamakan dengan susu nan dikonsumsi sehari-hari.
Menurut pengajar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Karina Rahmadia Ekawidyani, susu kental manis (SKM) merupakan produk olahan susu nan dibuat dengan langkah mengurangi kadar air dan menambahkan gula dalam jumlah besar, ialah sekitar 40-50 persen. Komposisi inilah nan membikin SKM mempunyai karakter nan berbeda dari susu pada umumnya.
“Karena komposisi susunya sudah jauh lebih rendah, kandungan protein dan lemaknya juga tidak sesuai jika dikonsumsi sebagai susu harian, maka jika dijadikan susu minum utama, ada akibat kesehatan,” kata Karina seperti dikutip dari laman IPB University, Rabu (8/4).
Menurut Karina, jika dibandingkan dengan susu segar dan susu UHT, kandungan gizi dalam SKM relatif lebih rendah. Meskipun tetap mengandung lemak dan protein, jumlahnya belum bisa mencukupi kebutuhan gizi harian. Oleh lantaran itu, dugaan bahwa SKM setara dengan susu minum dinilai tidak tepat.
Ia juga mengungkapkan bahwa nyaris separuh dari kandungan SKM adalah gula. Dalam satu takaran saji sekitar 30 gram alias setara tiga sendok makan, terdapat kurang lebih 15 gram gula. Sedangkan, pedoman gizi seimbang menganjurkan pemisah konsumsi gula harian sebanyak 50 gram.
“Artinya, jika seseorang mengonsumsi sekitar sembilan sendok makan SKM dalam sehari, jumlah tersebut sudah mencapai pemisah konsumsi gula harian,” jelasnya.
Untuk itu, Karina mengingatkan pentingnya memperhatikan takaran saji pada kemasan. Ia juga menyarankan penggunaan sendok takar agar konsumsi gula tetap terkontrol dalam keseharian.
“Jangan langsung menuangkan dari kaleng. Dengan menakar, kita bisa mengetahui pemisah penggunaannya,” tambahnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan kegunaan utama SKM adalah sebagai pemanis alias pelengkap rasa pada makanan dan minuman, bukan sebagai pengganti susu untuk konsumsi sehari-hari, terutama bagi anak-anak nan memerlukan asupan gizi seimbang untuk tumbuh kembangnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·