
Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia Bos (BOBIBOS) sekarang masuk radar Kementerian ESDM. (Foto :Okezone.com/Bobibos)
JAKARTA – Di tengah ancaman krisis daya global, penemuan bahan bakar pengganti dalam negeri mulai dilirik serius oleh pemerintah. Bahan Bakar Orisinil Buatan Indonesia Bos (BOBIBOS) sekarang masuk radar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai salah satu solusi potensial untuk mengurangi ketergantungan impor BBM.
Berikut fakta-fakta mengenai BOBIBOS, Senin (20/4/2026):
1. Masuk Radar ESDM
Hal itu mengemuka dalam audiensi antara tim BOBIBOS dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Ditjen Migas) ESDM, Senin (13/4). Dalam pertemuan tersebut, BOBIBOS mendapat lampu hijau untuk melangkah ke tahap uji jalan resmi sesuai ketentuan pemerintah.
2. Klaim Performa dan Emisi Nol
Founder BOBIBOS, Iklas Thamrin, mengungkapkan pihaknya telah melakukan serangkaian uji internal sebelum masuk ke tahap pengetesan pemerintah. Hasilnya, bahan bakar ini diklaim mempunyai performa menjanjikan.
“Kami sudah tes jalan di beragam merek motor, mobil, diesel, apalagi truk. Emisinya nol dan lebih irit,” ujar Iklas dalam pemaparannya.
3. Berbasis Limbah Jerami
Tak hanya soal performa, BOBIBOS juga membawa misi ekonomi kerakyatan. Pembina BOBIBOS, Mulyadi, menjelaskan bahan bakar ini berasal dari jerami—limbah pertanian nan selama ini kerap dibakar dan tidak mempunyai nilai ekonomi tinggi.
“Dengan hadirnya BOBIBOS, petani bisa tersenyum dua kali. Saat panen menghasilkan beras, setelah panen jeraminya pun berbobot ekonomi,” kata Mulyadi.
4. Potensi Tekan Impor dan Buka Lapangan Kerja
Ia menilai penemuan ini berpotensi memberikan akibat luas bagi Indonesia, mulai dari menekan impor BBM, meningkatkan kesejahteraan petani, hingga mengurangi polusi dari bahan bakar fosil.
“Yang paling penting, ini juga membuka lapangan pekerjaan baru,” tegasnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·