24,4 Juta Orang Naik KRL Saat Lebaran, Naik 9%

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

PT KAI Commuter mencatat lonjakan pengguna jasa KRL sepanjang periode pikulan lebaran 2026. Angka tersebut tercatat naik hingga 9% menjadi 24,4 juta orang di periode nan sama di tahun sebelumnya.

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter, Heri Siswanto, mengatakan capaian tersebut apalagi melampaui proyeksi awal, ialah sebesar 22,4 juta pengguna.

"KAI Commuter telah melayani lebih dari 24 juta pengguna alias meningkat sebesar 9% dibandingkan tahun 2025. Capaian ini mencapai melampaui proyeksi awal nan ditetapkan sebesar 22,4 juta pengguna," ungkap Heri dalam aktivitas Halal Bihalal & Silaturahmi KAI Commuter di Commuter Hall, Jakarta, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama periode tersebut, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 1.297 perjalanan commuter line di beragam wilayah operasional, mulai dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, hingga Surabaya. Peningkatan pengguna juga tercermin dari sejumlah rekor harian di beragam wilayah.

Ia merinci, Commuter Line Merak mencatat 18.230 pengguna pada 29 Maret 2026. Kemudian di wilayah Bandung, tercatat sebanyak 87.500 pengguna pada 23 Maret 2026.

Sementara untuk lintas Jogja-Palur, tercatat sebanyak 46.600 pengguna pada 24 Maret 2026. Selain itu, Commuter Line Prameks mencatat 6.666 pengguna pada 23 Maret 2026, sementara wilayah 8 Surabaya mencapai 57.677 pengguna dalam satu hari pada 26 Maret 2026.

"Capaian rekor ini merupakan gambaran meningkatnya kepercayaan masyarakat dalam menggunakan commuter line, baik untuk bersilaturahmi maupun mengunjungi beragam destinasi selama masa pikulan Lebaran," jelasnya.

Heri menambahkan, rata-rata pengguna harian commuter line di wilayah Jakarta mencapai sekitar 983 ribu orang. Bahkan, pada momen tertentu seperti Hari Bhayangkara, jumlah pengguna sempat menembus 1,2 juta orang dalam sehari.

"Pada triwulan 1 tahun 2026, Kereta Api Commuter mencatat capaian keahlian dengan melayani sebanyak 86,8 juta pengguna alias meningkat 5,7% dibandingkan tahun sebelumnya," pungkasnya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance