125 Ribu Jemaah Haji Gunakan Fast Track, Tak Perlu Antre Imigrasi di Arab Saudi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kedatangan jemaah haji Indonesia lewat jalur Makkah Route alias fast track di Bandara Prince Muhammad Bin Abdul Aziz, Madinah. Foto: Lutfan Darmawan/kumparan

Sebanyak 125.234 jemaah haji Indonesia tahun ini memanfaatkan jasa fast track (Makkah Route), nan memungkinkan proses keimigrasian Arab Saudi diselesaikan sejak di Tanah Air. Dengan jasa ini, jemaah tidak perlu lagi mengantre lama di airport kehadiran seperti Jeddah alias Madinah.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, mengatakan jasa fast track dioperasikan di sejumlah airport utama untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan jemaah.

“Jadi secara keseluruhan jika bisa kami total begitu, terdapat 125.234 jemaah haji Indonesia nan telah menikmati jasa fast track pada tahun ini. Termasuk pada penambahan jasa di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada tahun ini,” ujar Maria dalam konvensi pers secara daring, Minggu (26/4).

Ia menjelaskan, kelebihan utama jasa ini adalah proses imigrasi nan sudah diselesaikan sebelum keberangkatan, sehingga mempercepat mobilitas jemaah setibanya di Arab Saudi.

“Dengan adanya jasa fast track, tentunya seluruh proses ke imigrasi Arab Saudi telah kemudian diselesaikan oleh para jemaah di dalam negeri alias di Indonesia. Sehingga setibanya di Bandara Jeddah maupun di Madinah, jemaah tidak perlu lagi kemudian mengantre panjang, memerlukan waktu nan lama untuk proses imigrasi, dan dapat langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju ke hotel,” jelas Maria.

“Hal ini tentu memberikan kenyamanan lebih ya, bagi para jemaah terutama bagi jemaah nan lanjut usia, disabilitas, dan golongan rentan lainnya,” sambungnya.

Petugas Imigrasi Arab Saudi memberikan aroma terapi kepada calon haji embarkasi Solo nan menggunakan jasa Fast Track Haji "Mecca Route" di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2024). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Layanan fast track tahun ini tersedia di empat airport keberangkatan utama, ialah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Adi Sumarmo Solo, Bandara Juanda Surabaya, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Dari total lebih dari 125 ribu jemaah, jumlah terbesar dilayani melalui Bandara Juanda Surabaya dengan 44.080 jemaah, disusul Soekarno-Hatta nan melayani beberapa embarkasi di wilayah Jakarta dan Banten.

“Layanan ini tersedia di Bandara Soekarno Hatta nan melayani jemaah dan petugas dari embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) sebanyak 13.751 orang. Kemudian Jakarta-Bekasi (JKS) sebanyak 12.295 orang, serta Banten alias JKB sebanyak 9.218 orang,” ungkap Maria.

“Di mana jasa fast track ini juga tersedia di Bandara Adi Sumarmo Solo dengan 29.133 jemaah. Sementara di Bandara Juanda Surabaya dengan 44.080 jemaah, dan kemudian di Bandara Makassar total ada 16.757 jemaah,” lanjutnya.

Petugas Imigrasi Arab Saudi melakukan pemeriksaan arsip calon haji embarkasi Solo nan menggunakan jasa Fast Track Haji "Mecca Route" di Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2024). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO

Di sisi lain, proses keberangkatan jemaah haji Indonesia juga tetap terus berjalan secara bertahap. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 72 kloter dengan total 28.274 jemaah telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Berdasarkan info nan kami himpun hingga hari ini, proses keberangkatan jemaah haji Indonesia melalui embarkasi di beragam wilayah ini tetap terus melangkah dan alhamdulillah melangkah dengan lancar. Secara kumulatif jumlah jemaah nan telah diberangkatkan ke Tanah Suci hingga hari ini sebanyak 72 kloter dengan jumlah 28.274 jemaah,” kata Maria.

Sementara itu, untuk kehadiran di Madinah, tercatat 45 kloter dengan total 17.747 jemaah telah tiba dan menempati akomodasi nan disiapkan.

“Sementara itu untuk info ketibaan di Madinah ada 45 kloter dengan jumlah 17.747 jemaah di mana jemaah haji Indonesia juga secara berjenjang telah tiba dan menempati akomodasi alias hotel nan telah disiapkan. Jadi seluruh proses kehadiran ini telah melangkah dengan tertib dengan pendampingan penuh tentunya oleh petugas haji nan siaga memberikan jasa sejak di airport hingga ke hotel,” ujarnya.

Selain jasa imigrasi, pemerintah juga memastikan kesiapan transportasi udara dengan menggandeng dua maskapai, ialah Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, nan dinilai berilmu dalam melayani penerbangan haji.

Berbagai jasa juga disiapkan di embarkasi sebelum keberangkatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan akhir, pembagian arsip krusial seperti paspor, gelang identitas, kartu nusuk, hingga uang living cost sebesar 750 riyal Arab Saudi.

Pemerintah juga memastikan jemaah mendapatkan akomodasi dan konsumsi nan layak selama di embarkasi, guna menjaga kondisi bentuk tetap prima sebelum menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kami memastikan juga bahwa jasa akomodasi di embarkasi juga telah disiapkan dengan baik, seluruh jemaah mendapatkan tempat rehat nan layak sebelum keberangkatan mereka. Lengkap tentunya dengan semua akomodasi pendukung,” ujar Maria.

“Dari sisi konsumsi juga ini bagi para jemaah juga memperoleh makanan nan tentunya kami hitung gizinya dan juga sesuai dengan kebutuhan. Sehingga kondisi bentuk ini juga tetap terjaga selama proses keberangkatan dan kemudian kelak setibanya di Tanah Suci bisa langsung beragama dengan intens dan sehat,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan