10 Istilah Percintaan Modern yang Ramai Digunakan di Media Sosial

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Ilustrasi kencan online pakai aplikasi kencan. Foto: Shutterstock

Saat ini, istilah soal percintaan semakin beragam dan unik. Penggabungan beragam kata menciptakan kata-kata baru, apalagi hingga maknanya diakui oleh kamus-kamus ternama.

Bahasa sehari-hari nan ringan ini bisa memperkaya perbendaharaan kata kita, terlebih jika kita aktif berselancar dan menulis di internet.

Meskipun tidak terbatas pada gen Z, kebanyakan istilah-istilah percintaan unik ini dipopulerkan oleh mereka. Dikutip dari European Youth Portal, sebuah studi nan dilakukan oleh Trinity College London mengungkap bahwa 80 persen siswa Gen Z memperoleh keahlian berkata mereka lewat menonton platform media sosial, seperti TikTok dan Instagram.

Ini menunjukkan bahwa media sosial mempunyai pengaruh besar dalam membentuk lanskap berkata anak-anak muda untuk berkomunikasi.

Nah, dalam media sosial, percintaan menjadi topik pembahasan nan sangat marak. Maka tak heran, ketika membahas soal percintaan dan hubungan asmara di media sosial, mereka bakal menciptakan, menggunakan, alias terpapar dengan kata-kata tertentu.

Agar semakin up-to-date dengan lanskap bahasa media sosial, intip 10 istilah percintaan modern beserta maknanya nan telah kumparanWOMAN rangkum berikut ini, Ladies.

1. Breadcrumbing

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

Dikutip dari Merriam-Webster Dictionary, breadcrumbing didefinisikan sebagai tindakan menunjukkan kesukaan dan minat romantis terhadap seseorang, tapi tanpa intensi jelas dan serius ke depan. Meskipun menunjukkan kesukaan , orang nan melakukan breadcrumbing sebenarnya tidak tertarik terhadap “korbannya”. Tujuannya adalah mempertahankan kuasa alias power atas orang tersebut.

Menurut Healthline, breadcrumbing bisa disebut sebagai corak manipulasi. Contohnya, ketika orang nan melakukan breadcrumbing tahu bahwa “korbannya” sudah sadar bakal manipulasi itu, dia bakal kembali pura-pura menunjukkan perhatian ekstra. Tindakan ini bisa membikin bingung si korban dan merasa bahwa dia punya harapan, padahal sebenarnya tidak.

2. Back burner

Menurut Cambridge Dictionary, kata back burner diambil dari idiom on the back burner yang artinya sesuatu sedang tidak diprioritaskan dan hanya dijadikan cadangan, terutama ketika perihal tersebut tidak krusial alias tidak mendesak.

Namun, kata ini kerap diaplikasikan ke dalam konteks percintaan. Menurut Urban Dictionary, back burner adalah seseorang nan diperlakukan spesial, tetapi sebenarnya hanya dijadikan opsi kedua alias persediaan dan bukan prioritas.

3. Groundhogging

Ilustrasi wanita sedih. Foto: Shutterstock

Menurut Collins Dictionary, groundhogging bermakna tindakan terus-menerus berkencan dengan jenis orang nan sama. Meski begitu, orang tersebut tetap berambisi ending-nya berbeda dari sebelumnya, meskipun sebenarnya sering kali, ending dari hubungan tersebut sudah bisa diprediksi.

Dikutip dari Marriage, orang nan melakukan groundhogging kerap merasa putus asa dan kebingungan ketika hubungannya berhujung buruk. Padahal, dia sudah mempunyai pengalaman nan serupa di masa lalu, tetapi tidak belajar dari pengalaman tersebut.

4. Pocketing

Dalam kamus Merriam-Webster, secara harfiah pocketing bermakna memasukkan sesuatu ke dalam kantung. Istilah tersebut kemudian digunakan dalam konteks percintaan modern.

Dilansir Psychology Today, pocketing digunakan untuk mendeskripsikan tindakan menolak memperkenalkan pasangan ke family alias kerabat dekat, apalagi tidak menunjukkan pasangannya di media sosial. Jadi, pasangan seakan “disembunyikan” di dalam sebuah “kantung” dan tidak diperlihatkan ke publik.

5. Love Bombing

Ilustrasi Pasangan Bertengkar. Foto: Shutterstock

Dikutip dari kamus Cambridge Dictionary, love bombing dideskripsikan sebagai tindakan menghujani pasangan dengan kasih sayang dan cinta, tapi dengan tujuan untuk memanipulasi pasangan dan agar dia melakukan apa nan diinginkan oleh si pelaku.

Menurut Cleveland Clinic, love bombing adalah corak kekerasan emosional terhadap pasangan. Biasanya, tindakan menghujani cinta ini dilakukan setelah pelaku melukai emosi pasangannya alias dengan tujuan untuk memperoleh sesuatu dari pasangan.

6. Orbiting

Kata orbiting diasosiasikan dengan ranah astronomi, ialah untuk mendeskripsikan mobilitas barang langit nan mengorbit alias memutari barang langit lainnya.

Namun, dilansir The Guardian, dalam konteks percintaan, orbiting dimaknai sebagai tindakan tetap menghantui seseorang nan sudah dia tinggalkan, dengan langkah muncul di sekitar kehidupan orang tersebut alias di media sosial. Contohnya adalah selalu meninggalkan like alias giat memandang story.

7. Golden Retriever Boyfriend

Ilustrasi Pasangan. Foto: eggeegg/Shutterstock

Netizen di media sosial cukup doyan menyamakan “energi” seseorang dengan hewan-hewan menggemaskan, salah satunya adalah anjing jenis golden retriever. Anjing jenis ini dikenal mempunyai kepribadian ramah, manis, energik, dan merupakan kawan nan baik untuk manusia.

Dikutip dari The Knot, istilah ini pun dilekatkan kepada pacar nan mempunyai karakter ekstrovert, penuh semangat, manis, selalu siap untuk menemani ke mana pun—kepribadian “menggemaskan” layaknya golden retriever.

8. Stonewalling

Dikutip dari Cambridge Dictionary, stonewalling didefinisikan sebagai tindakan menghalang seseorang untuk mendapatkan info tertentu, seperti dengan berdiam alias menghentikan diskusi.

Menurut VeryWell Mind, dalam ranah percintaan, stonewalling dideskripsikan sebagai menarik diri alias menghilang ketika dihadapkan dengan masalah percintaan, alias menghentikan obrolan sehingga pasangan tidak bisa memberikan pendapatnya. Tindakan ini disebut bisa melukai hubungan, lantaran berisiko memperburuk bentrok antarpasangan.

9. Situationship

Ilustrasi pasangan bertengkar. Foto: Shutterstock

Menurut Cambridge Dictionary, situationship dideskripsikan sebagai hubungan romantis antara dua orang nan saling menyukai, tetapi tidak ada “status” alias “label’ nan jelas di antara mereka.

Yang pasti, keduanya lebih dari teman, tetapi komitmen dan rencana masa depan keduanya tidak jelas. Tidak lajang, tetapi juga tidak bebas secara hati. Sebuah riset tahun 2024 menunjukkan bahwa berada dalam situationship bisa meningkatkan kecemasan, menurunkan kepercayaan diri, dan menambah tekanan emosional.

10. Zombieing

Istilah ini tergolong baru dan belum masuk ke dalam kamus mainstream. Namun, menurut The Knot, zombieing merupakan tindakan kembali muncul ke kehidupan orang nan pernah didekati, tetapi orang tersebut bertindak seakan tidak pernah ada sejarah di antara keduanya. Bak zombie nan sudah mati, lampau bangkit lagi.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan