Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra Kawendra Lukistian menyoroti kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, nan menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.
Ia menyampaikan duka cita atas kejadian nan terjadi pada Senin (27/4) malam tersebut.
“Tragedi kecelakaan kereta nan merenggut 16 nyawa dan melukai puluhan orang lainnya betul-betul memilukan hati kita. Insyaallah, para korban husnulkhatimah dan nan terluka diberi kekuatan,” ujar Kawendra dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/4).
Kawendra menyinggung transformasi jasa kereta di Jabodetabek nan menurutnya telah melalui proses panjang.
Sebagai pengguna kereta KRL pada periode 2006 hingga 2010, dia menyaksikan langsung perkembangan jasa PT KAI.
“Sebagai pengguna setia kereta Jabodetabek di era 2006-2010, saya menyaksikan sungguh panjang dan sulitnya transformasi nan telah dilakukan oleh PT KAI hingga menjadi seperti sekarang. Namun, dedikasi besar untuk meningkatkan jasa nasional itu tidak boleh dicederai oleh kelalaian pihak eksternal,” katanya.
Minta Izin Green SM Dicabut
Ia pun menyoroti dugaan keterlibatan taksi Green SM sebagai pemicu awal rangkaian kecelakaan.
Menurutnya, terdapat sejumlah keluhan masyarakat mengenai kendaraan tersebut.
“Setelah mencermati kebenaran lapangan, saya menyoroti keterlibatan taksi hijau Green SM sebagai pemicu awal. Ini bukan sekadar kejadian tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak kejuaraan masyarakat mengenai taksi ini,” ujarnya.
Atas dasar itu, Kawendra meminta pemerintah mengevaluasi operasional perusahaan taksi tersebut.
“Rasanya tidak berlebihan jika kita meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut,” tegasnya.
Kecelakaan di Bekasi Timur diduga bermulai dari sebuah taksi nan mogok di perlintasan rel Jalan Ampera lampau ditabrak KRL arah Jakarta. Hal ini menyebabkan KRL rute Cikarang nan baru saja menurun-naikkan penumpang tertahan di Stasiun Bekasi Kota. KRL rute Cikarang ini kemudian diseruduk oleh KA Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya.
Saat ini, Kementerian Perhubungan berbareng pihak mengenai tetap melakukan investigasi.
Kata Pihak Green SM
Perusahaan taksi listrik, Green SM, menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek nan menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Green SM mengatakan, saat ini proses investigasi mengenai kecelakaan tersebut tetap berjalan. Belum ada konklusi nan diambil.
"Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas mengenai dengan menyampaikan info nan relevan serta mendukung jalannya investigasi," ujarnya.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·