Makassar, CNN Indonesia --
Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara angkat bicara mengenai video viral seorang personil Polri, Aipda Vicky mengundurkan diri setelah dimutasi dari jabatannya saat sementara menangani kasus dugaan korupsi.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan menuturkan bahwa berasas hasil penjelasan langsung oleh Paminal Bidan Propam Polda Sulut, terungkap bahwa narasi negatif nan beredar luas di akun-akun medsos adalah distorsi kebenaran alias hoaks.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"VAK membenarkan bahwa video tersebut memang dibuat secara pribadi sebagai kenang-kenangan masa dinas menjelang masa pensiunnya per 1 April 2026. Namun, video original tersebut hanya berisi ucapan terima kasih kepada lembaga Polri," kata Alamsyah dalam keterangannya, Selasa (7/4).
Alamsyah menegaskan Aipda Vicky tidak pernah memberikan izin kepada akun mana pun untuk menambahkan teks provokatif alias narasi nan mengaitkan videonya dengan isu-isu lain.
Menurut Alamsyah, Aipda Vicky menyatakan konten nan viral saat ini telah ditambahi narasi oleh pihak nan tidak bertanggung jawab.
"Dalam video tersebut, VAK justru menyatakan rasa bangganya terhadap lembaga Polri. VAK komitmennya dengan semboyan "Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara," ungkapnya.
Alamsyah menuturkan bahwa Vicky merupakan korban penyalahgunaan konten pribadi oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab.
"Hasil penjelasan menunjukkan subjek tidak terlibat dalam upaya penyebaran hoaks alias mendiskreditkan institusi. Loyalitas nan berkepentingan terhadap Polri tetap terjaga, dan narasi kekecewaan nan viral tersebut terbukti tidak benar," jelasnya.
Kabid Humas Polda Sulut menjelaskan bahwa Aipda Vicky dimutasikan ke Polres Kepulauan Talaud. Mutasi itu perihal nan biasa dalam sebuah organisasi.
"Mutasi tersebut merupakan perihal nan lumrah dalam organisasi Polri. Hal ini adalah bagian dari Tour of Duty dan Tour of Area demi penyegaran organisasi dan rutinitas penempatan personel," katanya.
Aipda Vicky mengusulkan pengunduran diri atas kemauan sendiri pada tahun 2025 lalu, kata Alamsyah bukan lantaran pemecatan alias tekanan mengenai kasus tertentu.
"Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh konten nan sudah diedit sedemikian rupa. Pengunduran diri nan berkepentingan adalah murni atas kesadaran dan kemauan sendiri," pungkasnya.
(mir/wis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·