Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis optimistis terhadap strategi pengembangan biometanol PNRE melalui pemanfaatan limbah sawit ialah Palm Oil Mill Effluent (POME) di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara nan bekerjasama dengan Perusahaan cleantech asal Singapura ialah cRecTech Pte.Ltd.
Proyek pengembangan Biometanol nan ditargetkan dapat beraksi di akhir tahun 2026 alias awal tahun 2027 ini bakal diperkuat dari sektor hulu ke hilir mulai dari kesiapan dan logistik bahan baku, proses pengolahan nan efisien hingga offtaker alias pembeli tetap.
PNRE bakal berfokus mengembangkan Biometanol untuk pasar pembangkit dan transportasi maritim hingga ke Singapura dengan sasaran produksi awal sebesar 50ton nan secara berjenjang naik menjadi 10 ribu hingga 30 ribu hingga 35 juta ton per annum (TPA) di tahun 2035.
John Anis juga terus memperkuat kerjasama dalam pengembangan teknologi dan investasi di industri daya hijau di PNRE baik itu dari technology provider maupun research center nan efisien. Diharapkan upaya untuk mendukung sasaran swasembada dan ketahanan daya RI ini mendapatkan support pemerintah untuk menjadikan sektor ini semakin berbobot ekonomis dan berkekuatan saing.
Seperti apa inisiatif daya hijau PNRE? Selengkapnya simak perbincangan Syarifah Rahma dengan Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 21/04/2026)
Add
source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·