Jakarta -
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memperoleh akomodasi pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan alias Sustainability Linked Loan (SLL) senilai US$ 750 juta alias setara sekitar Rp 12,9 triliun (kurs Rp 17.300). Pinjaman ini menjadi nan pertama bagi PT Vale dan melibatkan sindikasi 14 bank.
Direktur dan Chief Financial Officer Vale Indonesia Rizky Andhika Putra mengatakan bahwa pendanaan ini bakal digunakan untuk mendukung program hilirisasi. Terlebih, kebutuhan nikel dunia terus meningkat seiring percepatan transisi daya dan elektrifikasi.
Adapun pinjaman ini bakal digunakan untuk mendukung pengembangan proyek strategis, antara lain sekitar 50% biaya bakal dialokasikan untuk pengembangan proyek IGP Pomalaa, sekitar 30% untuk proyek IGP Morowali, dan sekitar 20% untuk pengembangan IGP Sorowako.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara pada tahun 2027, pendanaan bakal difokuskan pada kelanjutan proyek-proyek tersebut serta pemenuhan kewenangan partisipasi (participating right) dalam proyek joint venture.
"US$ 750 juta nan kita dapatkan ini juga sebetulnya belum memenuhi keseluruhan kebutuhan dari rencana ekspansi kami. Ini untuk pertahun ini sudah cukup, namun ke depannya kami lantaran ekspansi nan tetap cukup bakal memenuhi kebutuhan lagi," kata Rizky di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Ia memperkirakan Vale tetap memerlukan pinjaman lagi untuk menjalankan proyek nan bakal jalan ke depannya. Totalnya mencapai US$ 1-1,5 miliar.
"Itu kelak ke depannya bakal US$ 1-1,5 miliar nan di mana berfaedah US$ 750 juta nan kita miliki saat ini tetap parsial, tapi tentu itu kan dalam pembangunan pastinya berfase ya, ke depan kelak kami bakal ada funding serius lagi," sebut Rizky.
PT Vale juga bakal menyalurkan faedah finansial nan diperoleh dari penyesuaian margin berbasis keahlian keberlanjutan ke dalam program pengembangan masyarakat.
"Pendekatan ini memastikan bahwa keberhasilan pencapaian sasaran ESG tidak hanya berakibat pada operasional perusahaan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional," pungkas Rizky.
(ily/hal)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·