Ukraina Serang Pabrik Pupuk dan Kilang Minyak Rusia

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Pabrik penyulingan minyak Rosneft di kota Gubkinsky di Siberia barat, Rusia pada 2 Juni 2006. Foto: Delphine Thouvenot/AFP

Drone Ukraina menyebabkan kerusakan pada pabrik pupuk milik PhosAgro PJSC serta kilang minyak utama. Mereka berupaya menggagalkan eksportir komoditas Rusia nan diuntungkan dari lonjakan nilai imbas perang Iran.

Bloomber melaporkan, Pabrik PhosAgro menjadi sasaran serangan untuk kedua kalinya bulan ini. Kilang minyak telah lama menjadi sasaran dalam bentrok ini, dengan serangan terbaru terhadap pabrik pengolahan minyak Yaroslavl nan dilaporkan oleh Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina di Telegram.

Ukraina telah mengintensifkan serangan terhadap pabrik pupuk Rusia dan prasarana minyak lainnya untuk mengurangi untung ekonomi bagi Rusia. Harga pupuk nitrogen telah berlipat dobel dari nilai sebelum perang Iran, lantaran pasokan krusial tetap terhenti di Teluk Persia akibat penutupan Selat Hormuz.

Rusia telah memberlakukan pembatasan ekspor pupuk, meskipun produsen tetap dapat mengirimkan beberapa pupuk sesuai kuota pemerintah .

"Di kompleks Apatit JSC milik PhosAgro di wilayah Vologda, Rusia barat laut, drone merusak pipa nan kemudian telah diperbaiki," kata Gubernur Georgy Filimonov dalam sebuah unggahan Telegram, dikutip dari Bloomberg, Minggu (26/4). Juru bicara PhosAgro menolak berkomentar.

video story embed

Ukraina menargetkan pabrik Apatit awal bulan ini, dengan klaim bahwa pabrik tersebut memproduksi bahan baku untuk TNT dan komponen lain untuk amunisi. Meskipun produsen pupuk nitrogen bisa memproduksi bahan peledak, klaim bahwa PhosAgro memasok militer tidak dapat diverifikasi secara independen.

Serangan terhadap kilang Yaroslavl, nan dimiliki berbareng oleh Rosneft dan Gazprom Neft, mengakibatkan kebakaran di letak tersebut, kata militer Ukraina di saluran Telegram resminya. Gubernur Wilayah Yaroslavl, Mikhail Yevrayev, melaporkan di saluran Telegram-nya bahwa serangan besar-besaran oleh drone Ukraina telah sukses dipukul mundur semalam.

Pabrik Yaroslavl berjarak sekitar 175 mil (282 kilometer) dari Moskow dan dapat mengolah 15 juta ton minyak mentah per tahun, setara dengan sekitar 300.000 barel per hari.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan