UHN Luncurkan Pusat Kajian Perkotaan Pesisir, Upaya Hadapi Ancaman Krisis Iklim

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Peresmian Pusat Kajian Perkotaan Pesisir di Universitas Harkat Negeri, Tegal, Kamis (23/4). Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

Universitas Harkat Negeri (UHN) resmi meluncurkan Pusat Kajian Perkotaan Pesisir (Center for Coastal Urban Studies/CCUS) dengan menggandeng Rujak Center for Urban Studies, lembaga kajian nan aktif mendampingi organisasi dan area pesisir di beragam daerah, termasuk Jakarta.

Peresmian dilakukan di Kampus Universitas Harkat Negeri, Tegal, oleh Rektor Sudirman Said, Direktur Rujak Center Elisa Sutanudjaja, serta Direktur PKPP Marco Kusumawijaya, pada Kamis (23/4).

PKPP menjadi bagian dari upaya strategis dalam menghadapi perubahan iklim dan persoalan lingkungan di wilayah pesisir. Keberadaan pusat kajian ini dilandasi urgensi kondisi wilayah pesisir nan kian terdampak perubahan iklim, seperti rob, banjir, kenaikan muka air laut, longsor, dan nan terbaru cuaca panas ekstrem.

Data menunjukkan, lebih dari 8.000 desa di Indonesia berbatasan langsung dengan laut, dengan jumlah masyarakat mencapai lebih dari 16 juta jiwa. Bahkan, sekitar 60 persen populasi Indonesia tinggal dalam radius 50 kilometer dari garis pantai. Mereka adalah golongan masyarakat nan paling rentan terhadap perubahan iklim.

Kota Pesisir Muarareja Tegalsari, Tegal, Jawa Tengah. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

Selama dua dasawarsa terakhir, kenaikan permukaan laut telah memicu beragam dampak, mulai dari banjir rob, kerusakan ekosistem, hingga terganggunya pola produksi masyarakat pesisir. Tekanan ini diperparah oleh perubahan iklim, aktivitas industri, hingga proyek reklamasi nan mengurangi ruang alami laut.

Demi mendorong penelitian dan penerapan temuan riset menjadi kebijakan dan solusi nan kontekstual, terukur, dan dapat direplikasi, melalui penguatan tata kelola pengetahuan dan kapabilitas daerah, PKPP berupaya membangun kontribusi nan relevan dan berakibat menghadapi tantangan perkotaan pesisir mengenai dengan beragam masalah nan ada mulai dari perubahan cuaca sampai perencanaan tata kota.

Pusat kajian ini mengusung dua konsentrasi utama, ialah penanganan masalah lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Menurut Sudirman Said, Tegal dipilih sebagai letak strategis lantaran karakteristiknya sebagai kota sekunder sekaligus kota pesisir. Ia berambisi pusat kajian ini bisa menjadi model pembelajaran, tidak hanya bagi kota-kota lain di Indonesia, tetapi juga area pesisir di tingkat global. Peresmian PKPP juga menjadi bentuk kampus dalam membangun kerjasama lintas sektor, mulai dari pemerintah, masyarakat, dan swasta.

Sudirman Said, Rektor Universitas Harkat Negeri. Foto: Habib Allbi Ferdian/kumparan

“Ini bagian dari upaya kami menjadikan kampus berakibat nyata, tidak hanya dalam ruang akademik, tetapi juga melalui tindakan langsung di masyarakat,” ujar Sudirman Said dalam aktivitas peluncuran PKPP di kampus Universitas Harkat Negeri, Tegal, Kamis (23/4).

Nantinya pendekatan utama nan bakal dilakukan oleh PKPP adalah dengan melibatkan partisipan, melibatkan pengetahuan dan pengalaman penduduk lokal sebagai sumber utama kebijakan. Tujuannya adalah memperkuat kapabilitas pemerintah wilayah dan masyarakat sipil dalam merespons krisis suasana secara inklusif dan berkeadilan sosial.

“Pesisir adalah untaian horisontal pusat kehidupan dan vertikal dari hulu ke hilir pada pengetahuan permukaan bumi kepulauan seperti Indonesia. Ini nan menjadikan pesisir wilayah krusial nan kudu diperhatikan oleh semua pihak lantaran mempengaruhi kehidupan tidak hanya bagi masyarakat pesisir tentu saja nan bakal pertama kali terdampak, bakal tetapi juga kehidupan bagi semua,” ujar Marco Kusumawijaya, Direktur Pusat Kajian Perkotaan Pesisir (PKPP).

“Pusat Kajian Perkotaan Pesisir (PKPP) diposisikan sebagai pusat kajian tindakan nan menghasilkan pengetahuan pengetahuan agar dapat menjadi dasar bagi pencarian solusi nan mengedepankan pendekatan ko-produksi multipihak untuk mewujudkan wilayah pesisir nan berketahanan, berkeadilan dan lestari.”

Melalui pendekatan ko-produksi multipihak, PKPP diharapkan bisa melahirkan solusi nan berkeadilan, berkelanjutan, dan relevan dengan kondisi lokal. Ke depan, pusat kajian ini juga diharapkan menjadi ruang pertukaran praktik baik antar kota pesisir, sekaligus mendorong kerja sama berkepanjangan dalam merumuskan strategi penyesuaian nan berakibat nyata.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan