Liputan6.com, Jakarta - Pendakwah muda, Habib Husein bin Ja'far Al Hadar, menjelaskan argumen angan dalam Islam kerap diulang-ulang, meskipun Tuhan diyakini Maha Mendengar.
Menurut dia, pengulangan angan bukan lantaran Tuhan tidak mengetahui alias tidak mendengar permintaan manusia, melainkan sebagai corak penghambaan dan kerendahan hati di hadapan-Nya.
“Ya, sebenarnya angan berkali-kali itu apalagi dilakukan oleh nabi nan tidak berdosa ialah Nabi Muhammad. Kenapa? Karena sebagai simbol penghambaan dan kerendahan hati,” kata Habib Ja'far saat berbincang dengan Liputan6.com.
Ia menegaskan, angan tidak hanya berfaedah untuk memohon agar dikabulkan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan diri agar manusia tetap rendah hati, baik di hadapan Tuhan maupun sesama.
“Jadi angan itu fungsinya bukan hanya agar Tuhan mengabulkan dan Tuhan pasti mengabulkan, tapi juga untuk treatment agar kita selalu rendah hati dan rendah diri di hadapan Tuhan dan manusia-manusia lain,” ujarnya.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·