Trump Umumkan Gencatan Senjata Lebanon-Israel Diperpanjang 3 Pekan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato nan disiarkan televisi mengenai bentrok Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel diperpanjang selama tiga pekan usai pertemuan tingkat tinggi di Gedung Putih, Kamis, (23/4).

Pertemuan itu mempertemukan Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter dan Duta Besar Lebanon untuk AS Nada Moawad di Ruang Oval. Ini menjadi putaran kedua pembicaraan nan dimediasi Washington.

"Pertemuan melangkah sangat baik! Amerika Serikat bakal bekerja sama dengan Lebanon untuk membantunya melindungi diri dari Hizbullah," tulis Trump dikutip dari Reuters, Jumat (24/4).

video from internal kumparan

Trump berambisi dapat segera menerima Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih.

Gencatan senjata sebelumnya dicapai usai pembicaraan antara kedua duta besar di Washington pekan lampau dan dijadwalkan berhujung pada Minggu. Kesepakatan itu disebut menurunkan intensitas kekerasan secara signifikan, meski bentrok tetap terjadi di Lebanon selatan.

Pasukan Israel tetap menguasai area penyangga nan mereka tetapkan sendiri di wilayah tersebut. Sementara Hizbullah nan didukung Iran menegaskan mereka mempunyai "hak untuk melawan" pasukan pendudukan.

Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee, serta Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa turut menghadiri pertemuan tersebut.

Asap mengepul setelah serangan Israel di Nabatieh, Lebanon, Kamis (16/4/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Hizbullah Minta Israel Patuh Penuh

Anggota parlemen Hizbullah Hassan Fadlallah mengatakan kelompoknya mau gencatan senjata berlanjut, namun kudu disertai kepatuhan penuh dari Israel.

Ia menolak pembicaraan tatap muka dan mendesak pemerintah Lebanon menghentikan segala corak kontak langsung dengan Israel.

Menurut otoritas Lebanon, nyaris 2.500 orang tewas sejak Israel melancarkan serangan setelah serangan Hizbullah pada 2 Maret.

Israel saat ini tetap menduduki wilayah Lebanon selatan sejauh 5 hingga 10 kilometer dari perbatasan, dengan argumen melindungi wilayah utara Israel dari serangan roket Hizbullah.

Lebanon dalam tahap berikutnya pembicaraan disebut bakal mendorong penarikan pasukan Israel, pemulangan tahanan Lebanon, serta penetapan pemisah darat kedua negara.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan