Trump Sebut AS-Tiongkok G-2, Xi Jinping Angkat Dunia Multipolar

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Trump Sebut AS-Tiongkok G-2, Xi Jinping Angkat Dunia Multipolar Donald Trump dan Xi Jinping.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump secara resmi memperkenalkan istilah baru untuk menggambarkan dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yaitu G-2. Istilah Group of Two dia lontarkan usai melakukan pertemuan bilateral intensif dengan Presiden Xi Jinping di Beijing pekan ini.

"Ini dua negara besar. Saya menyebutnya G-2. Inilah G-2," ujar Trump dalam wawancara dengan Sean Hannity dari Fox News nan disiarkan pada Jumat (15/5/2026). Trump meyakini bahwa momen ini bakal tercatat dalam sejarah sebagai titik kembali krusial dalam tatanan dunia.

Pengakuan Tiongkok sebagai Kekuatan Setara

Bagi para analis, penggunaan istilah G-2 oleh Trump merupakan kemenangan diplomatik besar bagi Xi Jinping. Selama puluhan tahun, para pemimpin Tiongkok berupaya agar AS mengakui posisi mereka sebagai rekan nan setara (undisputed peer). Melalui kemegahan upacara penyambutan dan gestur saling menghormati, Xi sukses memproyeksikan gambaran dua kekuatan super nan mendominasi dunia.

Julian Gewirtz, mantan kepala Tiongkok di Dewan Keamanan Nasional AS, mencatat bahwa Xi menggunakan optik mewah kunjungan ini untuk memperjelas kepada bumi bahwa AS dan Tiongkok adalah dua kekuatan dominan nan seimbang. "Tidak ada jalan kembali," tegasnya.

Ekonomi dan Teknologi: Kesepakatan di Balik G-2

Meskipun narasi G-2 mendominasi, rincian strategis mengenai beberapa rumor krusial seperti perang Iran tetap belum menghasilkan komitmen tegas. Namun, di sektor ekonomi, beberapa poin krusial sukses dicapai:

  • Industri Penerbangan: Tiongkok sepakat untuk membeli 200 jet Boeing, meskipun pengumuman ini sempat membikin saham perusahaan tersebut turun lantaran ekspektasi penanammodal nan lebih tinggi.
  • Sektor Pertanian: Administrasi Trump mengharapkan kesepakatan pembelian produk pertanian AS senilai puluhan miliar dolar per tahun untuk tiga tahun ke depan.
  • Kecerdasan Buatan (AI): Menteri Keuangan Scott Bessent mengungkapkan bahwa kedua kekuatan super AI ini bakal mulai berbincang mengenai langkah-langkah berbareng guna mencegah penyalahgunaan oleh tokoh non-negara.

Catatan Sejarah: Konsep G-2 sebenarnya pertama kali muncul pada masa pemerintahan Barack Obama, tetapi saat itu kandas mendapatkan momentum. Trump sekarang menghidupkannya kembali sebagai strategi untuk menstabilkan hubungan bilateral.

Tantangan Multipolaritas

Menariknya, meskipun Trump antusias dengan istilah G-2, Beijing secara resmi tetap menahan diri untuk tidak menggunakan istilah tersebut. Tiongkok lebih memilih narasi stabilitas dan bumi multipolar. Hal ini diduga untuk menghindari kecanggungan diplomatik, mengingat Xi Jinping dijadwalkan bakal menjamu sekutu dekatnya, Presiden Rusia Vladimir Putin, akhir bulan ini.

Kunjungan itu ditutup dengan gestur simbolis yaitu Xi menjamu Trump untuk minum teh di Zhongnanhai, kompleks kepemimpinan rahasia Tiongkok. Sebagai balasan, Trump mengumumkan rencana kunjungan jawaban Xi Jinping ke Amerika Serikat pada 24 September mendatang.

"Kita bakal melakukannya secara terbuka. Anda bakal pulang dengan kesan nan sangat luar biasa, seperti saya nan sangat terkesan dengan Tiongkok," pungkas Trump sebelum bertolak dengan Air Force One. (The Washington Post/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia