Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Iran mempunyai kesempatan untuk menghubungi pihak Washington jika memang beriktikad menegosiasikan penghentian perang nan tengah berjalan antara kedua negara tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Trump pada hari Minggu, (26/04/2026), sebagai sinyal bahwa AS tetap membuka pintu perbincangan namun menanti inisiatif dari pihak Teheran. Mengutip Reuters, Trump menekankan kesiapan jalur komunikasi diplomatik nan bisa digunakan sewaktu-waktu oleh pihak lawan.
"Jika mereka mau bicara, mereka bisa datang kepada kami, alias mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami mempunyai saluran nan bagus dan aman," ujar Trump dalam sebuah wawancara di program "The Sunday Briefing" milik Fox News.
Komentar ini muncul di tengah ketegangan diplomatik nan kembali buntu setelah kegagalan rencana pertemuan di Pakistan. Pada hari Sabtu (25/04/2026), Trump secara mengejutkan membatalkan rencana perjalanan utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke negara tersebut.
Keputusan Trump untuk menarik Witkoff dan Kushner menjadi pukulan baru bagi prospek perdamaian kawasan. Pasalnya, pembatalan tersebut terjadi sesaat setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi bertolak dari Islamabad setelah hanya sempat berbincang dengan para pejabat Pakistan tanpa berjumpa pihak AS.
Meskipun delegasi Amerika Serikat dipastikan tidakhadir dari meja perundingan di Pakistan, Araqchi dilaporkan telah kembali ke negara tersebut. Langkah diplomatik Iran ini tetap dilakukan meskipun belum ada kepastian mengenai kehadiran rekan sejawat dari pihak Washington untuk melanjutkan pembahasan perdamaian.
(tps/tps)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·