Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang Israel untuk kembali menyerang Lebanon. Hal ini disampaikan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata di area itu.
"Israel tak boleh lagi membom Lebanon. U.S.A melarang mereka menyerangnya. Cukup ya cukup!!!," kata Trump lewat media sosial Truth Social, dilansir AFP.
Sebelumnya, pengumuman gencatan senjata ini disampaikan Trump lewat media sosialnya. Dikutip dari Reuters, gencatan senjata dilakukan untuk menghentikan bentrok antara Israel dengan golongan Hizbullah Lebanon. Trump juga mengaku telah berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun.
"Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka bakal secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 17.00 EST," kata Trump dikutip dari Reuters, Jumat (17/4).
"Kedua belah pihak mau memandang perdamaian, dan saya percaya itu bakal terjadi, dengan cepat," tambahnya.
Trump mengatakan dia telah menginstruksikan Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk bekerja sama dengan kedua negara tersebut guna mencapai perdamaian abadi.
Perang dengan Iran meluas ke Lebanon pada 2 Maret, ketika Hizbullah melepaskan tembakan untuk mendukung Teheran. Israel lampau melancarkan serangan ke Lebanon.
Dikutip dari AFP, gencatan senjata tersebut termasuk antara Israel dan Hizbullah. "Hari ini mereka bakal melakukan gencatan senjata, dan itu bakal mencakup Hizbullah," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·