Peserta training di startup Pronto belajar keahlian membersihkan rumah di pusat pelatihan. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra

Layanan ini menawarkan tarif mulai sekitar Rp16 ribu per jam untuk pekerjaan rumah tangga. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra

Selain teknik kerja, peserta juga dibekali prosedur keamanan seperti penggunaan tombol darurat dalam aplikasi. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra

Pekerja dilatih menggunakan aplikasi untuk menerima pesanan jasa kebersihan secara sigap dan efisien. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra

Potensi pendapatan tahunan dari bekerja delapan jam sehari bisa mencapai sekitar Rp80 juta, jauh melampaui pendapatan per kapita India sekitar Rp44,8 juta. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra

Di negara nan telah lama terbiasa dengan outsourcing pekerjaan rumah tangga, startup seperti Pronto, Snabbit, dan Urban Company melatih ribuan pekerja. Urban Company memperkirakan pasar jasa kebersihan India berbobot sekitar Rp144 triliun, mencakup 53 juta rumah tangga. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra

Urban Company mencatat sekitar 50.000 pemesanan harian pada bulan Februari, Snabbit sekitar 35.000, dan Pronto nan didukung Bain Capital sekitar 22.000 pada bulan Maret — naik dari 2.500 pada bulan Oktober. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra

Program ini membuka kesempatan penghasilan lebih baik sekaligus meningkatkan profesionalisme pekerja rumah tangga. Foto: REUTERS/Bhawika Chhabra
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·