Komnas HAM mengindikasikan pola serangan air keras kepada Andrie Yunus dilakukan secara terencana dan terkoodinasi dengan tepat antar pelaku.
"Dalam seluruh CCTV nan kita kajian juga, nan kita juga dapatkan dari beragam pihak, kami meyakini setidak-tidaknya ada 14 orang nan berada di sekitar instansi YLBHI pada saat AY berada di letak tersebut," ungkap dia.
Saurlin membeberkan, terduga pelaku 5 mengikuti terduga pelaku 1 dan 2 dari Jalan Panglima Polim ke arah Jalan Sudirman. Kemudian, terduga pelaku 5 muncul di Kantor YLBHI, disusul dengan terduga pelaku 1, 2, 3, dan 4.
"Terduga pelaku 5 dan terduga pelaku 14 kemudian berbincang di depan, tepat di depan Kantor YLBHI ya. Nah, kemudian kita lihat foto itu mereka berkumpul ya artinya pasti berbicara, berkomunikasi satu dengan nan lain," jelas dia.
Lalu, pada sekitar pukul 20.54 para terduga pelaku beranjak tempat ke Taman Diponegoro dan berjumpa terduga pelaku 11, 12, dan 13.
Kemudian, terduga pelaku 6 dan 7 berasosiasi di Taman Diponegoro dan membawa plastik putih. Pelaku 1 dan 2 turut berasosiasi di seberang Taman Diponegoro, mereka duduk di bangku depan RSCM Kencana. Terduga pelaku 10 memanggil terduga pelaku 2, keduanya terlihat berbincang di depan Taman Diponegoro setelah menyebrang.
Salah satu pelaku diduga menggunakan mobil dan sempat berakhir di Jalan Diponegoro. Beberapa orang nan keluar dari mobil ini diketahui berjumpa dengan terduga pelaku lain.
"Secara materiil begitu temuan kami nan berasal dari setidak-tidaknya delapan pihak nan kami mintai keterangan di beragam tempat termasuk di Komnas HAM," tuturnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·