, TANGERANG, – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menetapkan Kota Tangerang, Banten, sebagai salah satu dari 12 wilayah terbaik dalam pengendalian inflasi daerah. Hal ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah nan digelar secara daring pada Selasa.
Kota Tangerang dinilai aktif, konsisten, dan terukur dalam melaksanakan program pengendalian inflasi. Menurut Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir Balaw, meskipun tekanan inflasi tetap terasa, langkah konkret pemerintah wilayah mulai menunjukkan hasil positif. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Daerah nan sukses mengendalikan inflasi adalah nan bisa bergerak cepat, menjaga pasokan, serta memastikan pengedaran tetap lancar,” ujar Tomsi. Ia juga menegaskan pentingnya strategi pengendalian inflasi melalui pemantauan harga, intervensi pasar, dan kerja sama antar daerah.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menegaskan bahwa pemerintah wilayah berkedudukan aktif dalam koordinasi dan mengambil langkah nyata di lapangan untuk menjaga stabilitas harga. Beberapa langkah nan diambil antara lain operasi pasar murah, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor, serta kerja sama dengan wilayah penghasil komoditas.
Selain itu, program penanaman untuk memperkuat ketahanan pangan, penyaluran support melalui Belanja Tidak Terduga (BTT), serta support transportasi dilakukan untuk menjaga kelancaran pengedaran barang. Pemkot Tangerang juga memperkuat sistem pemantauan nilai berbasis digital melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) agar respons kebijakan lebih cepat.
Berdasarkan info inflasi per Maret 2026, Kota Tangerang mencatat inflasi terendah di Provinsi Banten dengan nomor 3,01 persen, di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Komoditas seperti transportasi, bahan pangan, dan daya tetap menjadi penyumbang utama inflasi.
Pemkot Tangerang berkomitmen memperkuat langkah pengendalian inflasi untuk menjaga daya beli dan kestabilan kebutuhan pokok. “Kami bakal terus memperkuat koordinasi dan memastikan kebijakan pengendalian inflasi dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Sachrudin.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·