Suzuki Target Buka 7 Diler Motor Baru Lagi hingga Akhir Tahun 2026

Sedang Trending 59 menit yang lalu
5 diler motor Suzuki terbaru beraksi di Indonesia. Foto: Suzuki Indonesia

2W Sales & Marketing Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Teuku Agha membeberkan rencana perusahaan untuk memperluas ekspansi jaringan purna jual sepeda motor hingga akhir 2026 ini.

Saat ini, bagian roda dua Suzuki telah mempunyai 82 bagian dengan konsep 3S (Sales, Service, Spare Part), nan mana 5 di antaranya baru saja dibuka di wilayah Solo, Depok, Tambun, Surabaya, hingga Cakung.

"Mungkin tambah 5 alias 7 lagi. Adanya diler baru ini artinya produk Suzuki terutama nan baru-baru sudah mulai diterima masyarakat. Meski memang saat ini nyaris semuanya (produk motor) tetap dibawa dari luar negeri," buka Agha dihubungi kumparan, Senin (27/4/2026).

Diakuinya, model-model nan tengah menjadi primadona di masyarakat adalah Burgman Street 125, kemudian Access 125, hingga Satria terbaru.

5 diler motor Suzuki terbaru beraksi di Indonesia. Foto: Suzuki Indonesia

"Burgman itu sejak meluncur konsisten bisa 300 sampai 500 (unit) per bulannya. Jadi kita tetap pede, Suzuki berupaya tetap eksis di Indonesia," jelas Agha.

Agha mengungkapkan muncul perubahan kejadian pembelian motor Suzuki belakangan ini. Ia memandang kebanyakan karakter pembeli produknya mempunyai latar belakang matang secara preferensi dan pemilihan model nan bakal dibeli.

"Melihat harganya segitu, pembeli sekarang mungkin adalah mereka nan punya penghasilan matang baik itu laki-laki alias perempuan. Satria itu tetap ada nan minat lho," paparnya.

Percepatan pembangunan jaringan purna jual Suzuki bukan tanpa alasan. Mengacu keterangan resmi Suzuki, berasas info Badan Pusat Statistik (BPS), selama periode 2024/2025, jumlah sepeda motor di sejumlah provinsi utama tercatat terus meningkat.

5 diler motor Suzuki terbaru beraksi di Indonesia. Foto: Suzuki Indonesia

Detailnya di Jawa Barat tumbuh 3,91 persen, Jawa Tengah 3,57 persen, Jawa Timur 3,44 persen, dan DKI Jakarta 2,28 persen. Angka ini mencerminkan mobilitas masyarakat khususnya di wilayah urban dan penyangga nan tetap berjuntai pada roda dua.

Dari sisi teknis, Suzuki juga coba menjaga standar jasa tetap konsisten. Jaringan ini didukung mekanik bersertifikasi dunia melalui Suzuki Service Qualification System (SSQS), serta penggunaan perangkat Suzuki Diagnostic System II (SDS II) untuk memastikan proses perawatan melangkah optimal.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan