Keamanan, ketepatan waktu, dan harga tiket menjadi tiga aspek utama nan menentukan pilihan penumpang dalam menggunakan maskapai penerbangan, utamanya selama musim mudik Lebaran 2026. Di tengah tingginya mobilitas masyarakat, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi, diikuti oleh ketepatan agenda penerbangan dan keterjangkauan nilai tiket.
Survei nan dilakukan oleh platform lembaga survei, Jakpat, mencatat sebanyak 84 persen responden menempatkan aspek keamanan dan keselamatan sebagai pertimbangan utama. Sementara itu, ketepatan waktu dipilih oleh 82 persen responden dan nilai tiket nan ekonomis menjadi pertimbangan bagi 80 persen responden.
"Musim mudik Idul Fitri (Lebaran) sendiri merupakan salah satu momen krusial dalam lanskap ekonomi Indonesia, seiring meningkatnya pergerakan masyarakat untuk pulang ke kampung halaman," ujar Head of Research Jakpat, Aska Primardi, dalam keterangannya, Jumat (17/4).
Survei Jakpat melibatkan 338 responden nan merupakan penumpang penerbangan domestik dalam enam bulan terakhir sekaligus pengambil keputusan utama dalam memilih maskapai. Hasilnya menunjukkan bahwa kebanyakan pemudik tetap mengandalkan kendaraan pribadi dengan porsi mencapai 70 persen.
Namun, pesawat terbang tetap menjadi moda transportasi publik nan paling diminati dengan tingkat penggunaan sebesar 61 persen. Adapun kereta api digunakan oleh 36 persen responden dan bus sebesar 31 persen.
Dari sisi preferensi maskapai, Garuda Indonesia menjadi merek nan paling dikenal dengan tingkat awareness mencapai 87 persen. Sebanyak 46 persen responden mengaku telah menggunakan maskapai ini dalam enam bulan terakhir, dan 38 persen dalam tiga bulan terakhir. Selain Garuda, Lion Air dan Citilink juga mempunyai tingkat pengenalan tinggi masing-masing sebesar 86 persen dan 81 persen.
Pada periode mudik Lebaran 2026, persaingan maskapai terlihat ketat. Garuda Indonesia dan Citilink sama-sama mencatat tingkat penggunaan sebesar 39 persen, disusul Lion Air sebesar 38 persen, Batik Air sebesar 29 persen, dan AirAsia sebesar 21 persen.
Untuk rencana perjalanan mudik ke depan, preferensi penumpang condong tidak banyak berubah. Sebanyak 58 persen responden menyatakan bakal memilih Garuda Indonesia pada periode Lebaran berikutnya, diikuti Citilink sebesar 51 persen dan Batik Air sebesar 43 persen.
Aska menyatakan bahwa ketepatan waktu secara konsisten menjadi aspek krusial bagi pengguna jasa penerbangan. Namun dalam praktiknya, aspek ini tetap kerap menjadi tantangan, terutama dengan tingginya kejadian keterlambatan penerbangan selama musim mudik.
Dari sisi gambaran merek, Garuda Indonesia unggul dalam aspek ketepatan agenda dengan persepsi sebesar 70 persen serta aspek keamanan sebesar 49 persen. Sementara itu, Lion Air mendominasi persepsi sebagai maskapai dengan nilai terjangkau dengan nomor mencapai 66 persen.
Menurut Aska, kelebihan Garuda Indonesia dalam perihal ketepatan waktu dan keamanan memperkuat posisinya sebagai maskapai pilihan utama selama musim mudik Lebaran 2026. "Kombinasi persepsi tersebut juga dinilai menjadi aspek pendorong bagi penumpang untuk kembali menggunakan jasa maskapai tersebut di masa mendatang," jelasnya.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·