Situasi Kacau Balau, AS Serang dan Sita Kapal Iran-Teheran Siap Membalas

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kondisi wilayah Teluk makin kacau setelah militer Amerika Serikat mengambil tindakan langsung terhadap sebuah kapal berbendera Iran nan berupaya menembus blokade laut di area Teluk Oman.

Presiden Donald Trump pada Minggu (19/4/2026) mengonfirmasi bahwa sebuah kapal perusak Angkatan Laut AS telah menembaki dan kemudian menyita kapal kargo Iran setelah kapal tersebut mengabaikan peringatan untuk berhenti.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyebut kapal berjulukan Touska tidak mengindahkan petunjuk militer AS. Ia mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance "menghentikan mereka tepat di tempat dengan melubangi ruang mesin."

"Saat ini, Marinir AS telah mengamankan kapal tersebut," tulis Trump, menambahkan "dan sedang memeriksa apa nan ada di dalamnya!"

Insiden ini terjadi di tengah situasi nan sudah sangat tegang di Selat Hormuz, jalur krusial bagi pengedaran minyak dan gas dunia, nan praktis tertutup sejak dimulainya perang antara AS-Israel melawan Iran sekitar tujuh minggu lalu.

Iran sempat membuka kembali selat tersebut pada Jumat sebagai respons terhadap gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Namun, hanya sehari kemudian, Teheran kembali menutupnya setelah Amerika Serikat tetap mempertahankan blokade terhadap kapal-kapal nan menuju dan keluar dari pelabuhan Iran.

Komando Pusat Militer AS, United States Central Command, menjelaskan bahwa kapal Touska saat itu sedang berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran. Dalam pernyataannya di platform X, CENTCOM mengatakan kapal perusak AS menembakkan beberapa peluru dari meriam kaliber lima inci untuk melumpuhkan sistem propulsi kapal tersebut.

Tindakan itu dilakukan setelah militer AS sebelumnya memerintahkan awak kapal untuk "mengosongkan ruang mesin", menurut keterangan resmi nan juga disertai video singkat nan memperlihatkan tembakan diarahkan ke kapal di kejauhan.

CENTCOM juga mengungkapkan bahwa sejak blokade diberlakukan, pasukan AS telah memerintahkan 25 kapal komersial untuk berbalik arah alias kembali ke pelabuhan Iran.

Trump menambahkan bahwa kapal Touska berada di bawah hukuman Departemen Keuangan AS "karena riwayat aktivitas terlarangan sebelumnya." Kapal tersebut memang tercantum dalam daftar hukuman Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) sebagai kapal kontainer berbendera Iran.

Data pencarian terakhir dari situs Marine Traffic menunjukkan bahwa sekitar enam jam sebelum pengumuman Trump, Touska berada sekitar 45 kilometer dari pantai selatan Iran, dekat kota Chabahar.

Sementara itu, situs pemantau kapal lainnya, Tanker Tracker, melaporkan bahwa Touska sebelumnya berlayar dari Malaysia.

Komando militer campuran tertinggi Iran, Khatam al-Anbiya, menuduh AS melanggar gencatan senjata dan dia berjanji Iran bakal membalas.

Media pemerintah mengutip ahli bicara Khatam al-Anbiya nan mengatakan pada Senin (20/4/2026) pagi bahwa kapal tersebut sedang dalam perjalanan dari China ke Iran.

"Kami memperingatkan bahwa angkatan bersenjata Republik Islam Iran bakal segera menanggapi dan membalas pembajakan bersenjata ini oleh militer AS."

(luc/luc)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News