Jakarta, CNN Indonesia --
Seluruh jemaah haji reguler Indonesia tahun ini ditempatkan di area markaziyah alias ring utama di sekitar Masjid Nabawi, nan menjadi letak paling dekat dengan pusat ibadah di Kota Madinah, Arab Saudi.
Kepala Seksi Akomodasi PPIH Arab Saudi, Zaenal Muttaqin, mengatakan area markaziyah merupakan area favorit bagi jamaah dari beragam negara lantaran letaknya nan strategis, sehingga kesiapan hotel di wilayah tersebut sangat terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seluruh jamaah haji reguler Indonesia, sekitar 203 ribu orang, seluruhnya bisa ditempatkan di wilayah markaziyah," ujar Zaenal dikutip dari rekaman nan diterima pewarta, Sabtu (25/4), dikutip dari Antara.
Ia menjelaskan, meski kapabilitas hotel terbatas dan menjadi rebutan banyak negara, Indonesia sukses memperoleh alokasi penuh di area tersebut untuk seluruh jamaahnya.
Menurut Zaenal, karakter hotel di markaziyah cukup bervariasi, dengan kapabilitas bilik mulai dari dua hingga lebih dari empat orang. Namun, penempatan tersebut mengutamakan kemudahan akses bagi jamaah untuk beribadah.
"Yang paling utama adalah jamaah bisa setiap waktu salat di Masjid Nabawi tanpa kudu bersusah payah, cukup melangkah kaki," katanya.
Terkait potensi keluhan jamaah terhadap akomodasi, Zaenal memastikan PPIH telah menyiapkan beragam kanal pengaduan, mulai dari tim krisis, tim sigap, hingga jasa berbasis digital seperti WA Center dan aplikasi Kawal Haji.
Ia menambahkan, setiap laporan nan masuk bakal segera ditindaklanjuti oleh petugas di wilayah kerja (daker) Madinah berbareng tim sektor di lapangan.
Meski demikian, Zaenal mengakui tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan lantaran memerlukan koordinasi dengan pihak penyedia jasa di Arab Saudi, termasuk pemilik hotel dan pengelola setempat.
"Kalau semua melangkah lancar, proses penempatan jamaah dari menerima kunci hingga masuk bilik bisa selesai dalam 15 menit. Namun jika ada kendala, tentu memerlukan proses," ujarnya.
Zaenal juga menegaskan bahwa petugas secara rutin melakukan pemantauan harian dengan berkeliling ke hotel-hotel guna memastikan jasa akomodasi, konsumsi, dan kesehatan jamaah melangkah optimal.
Ia pun meminta masyarakat dan family jamaah di Indonesia untuk memahami bahwa setiap proses penanganan keluhan mempunyai waktu penyelesaian nan bervariasi, tergantung pada jenis persoalan nan dihadapi.
(antara/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·