Liputan6.com, Jakarta - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera juga tengah mematangkan penyusunan skala prioritas dalam Rencana Induk (Renduk) nan memproyeksikan pemulihan pascabencana Sumatera mencapai 3 tahun alias Desember 2028.
Hal ini menyusul soal Renduk pemulihan pascabencana di Sumatera nan disusun Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) telah memasuki tahap finalisasi.
Dokumen strategis ini bakal menjadi referensi utama dalam percepatan pemulihan di wilayah terdampak, dengan konsentrasi pada penanganan prioritas nan berakibat langsung bagi masyarakat.
Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan, konsentrasi utama saat ini adalah memilah kebutuhan paling mendesak dari beragam sektor terdampak untuk segera ditangani lebih awal.
"Dibuatkan renduk oleh Bappenas untuk tiga tahun. Tapi kelak atas perintah Menko PMK sebagai ketua tim pengarah, kami bakal melakukan review atas renduk itu mana nan prioritas krusial nan kudu dikerjakan di tahun 2026," kata dia dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Tito menjelaskan, meskipun sejumlah sektor telah berfaedah kembali, sebagian besar tetap berada pada tahap fungsional dan memerlukan penyelesaian permanen.
Oleh lantaran itu, penyusunan prioritas difokuskan pada kebutuhan dasar masyarakat nan berakibat langsung terhadap pemulihan kehidupan sehari-hari.
"Huntap menjadi prioritas paling penting, lantaran masyarakat tentu kita harapkan tidak terlalu lama berada di huntara. Kemudian jalan utama, jembatan nan kudu dipermanenkan, serta pembersihan lumpur di sejumlah titik juga menjadi perhatian utama," jelasnya.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·