Samsung Raja HP Dunia Q1 2026 Berkat Galaxy S26 Ultra

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Samsung Galaxy S26 Ultra. Foto: Muhammad Fikrie/kumparan

Samsung kembali memimpin pasar handphone (HP) dunia pada kuartal pertama 2026, di tengah kondisi industri nan justru melemah. Laporan dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan pengiriman smartphone bumi mencapai 289,7 juta unit pada periode Januari hingga Maret 2026, turun 4,1 persen dibanding periode nan sama tahun lalu.

Penurunan ini menjadi sinyal pertama kontraksi pasar sejak 2023, dengan IDC menyoroti krisis pasokan memori sebagai aspek utama nan menekan produksi sekaligus permintaan pasar. Biaya produksi perangkat juga meningkat, terutama pada komponen utama, sehingga sejumlah vendor terpaksa meningkatkan nilai jual.

Di tengah tekanan tersebut, Samsung tampil sebagai pemimpin pasar smartphone dunia. Perusahaan asal Korea Selatan ini mencatat pengiriman 62,8 juta unit HP dengan pangsa pasar 21,7 persen.

Kinerja mereka ditopang kuat oleh permintaan tinggi terhadap Samsung Galaxy S26 Ultra, nan menjadi motor utama di segmen premium. Selain itu, lini menengah seperti Galaxy A36 dan A57 nan lebih terjangkau juga mulai berkontribusi sebagai pendorong volume penjualan sepanjang tahun.

Daftar lima brand smartphone dengan pengapalan terbaik secara dunia untuk periode Q1 2026, menurut info IDC. Foto: IDC

Posisi kedua ditempati oleh Apple dengan pengiriman 61,1 juta unit dan pangsa pasar 19,6 persen. Seri iPhone 17 tetap menarik minat konsumen, terutama di pasar China nan mencatat pertumbuhan signifikan.

Menariknya, hanya Samsung dan Apple nan mencatat pertumbuhan tahunan positif, baik dari sisi pengiriman maupun pangsa pasar. Ini menunjukkan konsolidasi pasar nan semakin menguat di dua pemain besar.

Sementara itu, Xiaomi berada di posisi ketiga dengan 33,8 juta unit dan pangsa pasar 11,7 persen, meski turun sekitar 8 juta unit dibandingkan tahun lalu. Oppo menyusul di posisi keempat dengan 30,7 juta unit dan 10 persen pangsa pasar, sementara Vivo melengkapi lima besar dengan 21,2 juta unit dan 7,5 persen pangsa pasar.

Kuartal ini menjadi periode nan menantang bagi semua pemain smartphone saat mereka mencari keseimbangan antara profitabilitas, pertumbuhan, serta stabilisasi di pasar domestik dan ekspansi ke luar negeri di tengah keterbatasan pasokan dan tekanan harga.

- Kiranjeet Kaur, Direktur Asosiasi Perangkat Konsumen di IDC -

"Apple dan Samsung diuntungkan oleh kekuasaan mereka di segmen premium, di mana keduanya secara strategis menahan kenaikan harga. Sementara itu, pemain lain seperti Xiaomi, OPPO, dan vivo melakukan upaya terarah untuk menggeser pangsa pasar ke segmen nilai nan lebih tinggi," kata Kaur dalam pernyataan resmi. "Ketahanan mereka bakal terus diuji dalam beberapa kuartal ke depan seiring upaya optimasi dan perampingan portofolio, serta respons nan sigap terhadap perubahan pasar dan rantai pasok."

Ke depan, pasar smartphone diperkirakan tetap menghadapi tekanan. Krisis chip memori diprediksi terus mendorong kenaikan nilai jual rata-rata perangkat, nan dampaknya bakal lebih terasa di negara berkembang nan sensitif terhadap harga, terutama pada segmen ponsel di bawah 200 dolar AS (sekitar Rp 3,4 jutaan).

Sebaliknya, pasar negara maju seperti Amerika Serikat diperkirakan lebih tahan terhadap kenaikan harga. Stabilitas nilai komponen memori baru diperkirakan terjadi pada paruh kedua 2027.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan