Sambungkan Ngurah Rai-Canggu, Investasi Awal Water Taxi Bali Capai Rp 1,21 T

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Suasana Terminal Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai lengang saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTO

Menhub Dudy Purwaghandi menjelaskan kelanjutan dari proyek Water Taxi di Bali nan bakal menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan Canggu. Nantinya, proyek tersebut memerlukan investasi awal sebesar Rp 1,21 triliun.

Proyek ini bakal digarap oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero). Investasi awal bakal digunakan untuk pengadaan tanah pelabuhan, prasarana darat, mechanical and electrical, fixture and furniture, dan kapal.

“Estimasi anggaran nan dibutuhkan untuk komponen investasi awal adalah sebesar Rp 1,21 triliun, dan untuk tetap menjamin aspek keselamatan dan keamanan pada keadaan nan tergolong ekstrem dibutuhkan layout dengan penahan gelombang alias breakwater untuk pelabuhan di Bandara Ngurah Rai alias Pantai Sekeh dan di Canggu alias di Pantai Berawa,” kata Dudy dalam rapat kerja Kementerian PU dan Kemenhub berbareng Komisi V DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (8/4).

Berdasarkan observasi lapangan, Dudy menjelaskan waktu tempuh dari airport hingga Canggu kudu ditempuh selama 1 sampai 2 jam jika menggunakan kendaraan darat. Dengan adanya Water Taxi nanti, waktu tempuh bakal lebih cepat.

kumparan post embed

Selain itu, proyek Water Taxi juga didasarkan pada tingginya minat visitor terhadap Canggu.

“Sedangkan menggunakan Water Taxi diharapkan bisa menempuh maksimal selama 30 menit. Berdasarkan hasil survei terdapat terhadap visitor Canggu termasuk 3 besar lokasi wisata dengan minat tertinggi baik visitor domestik maupun visitor mancanegara,” ujarnya.

Adapun dalam lini waktu kerja nan ditetapkan, proses pembangunan proyek tersebut dikerjakan mulai Januari 2026 sampai dengan Juli 2027/

“Saat ini PT ASDP nan bakal menangani bakal mengoperasikan Water Taxi sedang dalam proses usulan studi, adapun pekerjaan bangunan bakal mulai dilaksanakan pada bulan Agustus 2026 hingga Juli 2027,” kata Dudy.

Belum Ada Investor nan Minat MRT-LRT Bali

Bocoran rute LRT Bali dalam tahap studi kepantasan oleh konsorsium asal Korea Selatan. Foto: Otoritas Kereta Api Nasional Korea Selatan

Dalam kesempatan nan sama, Dudy juga menjelaskan kelanjutan rencana proyek MRT maupun LRT di Bali. Sampai saat ini, dia mengungkap belum ada penanammodal nan minat terhadap proyek tersebut.

“Sekarang ini belum ada penanammodal lagi nan datang alias mau membicarakan kembali mengenai pengembangan kereta,” ujarnya.

Meski demikian, Dudy berkomitmen untuk terus berupaya mencari dan menawarkan proyek terhadap penanammodal potensial nan ada.

“Jadi kami tetap berupaya untuk mencoba untuk menawarkan kepada pihak-pihak penanammodal nan tertarik kepada pengembangan jalur kereta baik itu MRT maupun LRT di wilayah Bali,” kata Dudy.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan